Tampilkan postingan dengan label INTERNET BANKING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNET BANKING. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

INTERNET BANKING

• Internet banking adalah sebuah jaringan internet yang dipergunakan demi kepentingan perbankan atau menggunakan jaringan internet untuk melakukan transaksi perbankan yang dapat dilakuakan di rumah, di kantor.
• Untuk itu hanya diperlukan komputer dan koneksi internet. Saat Bank Tradisional ( Bank yang melakukan transaksi di suatu tempat) menjadi online, haruslah memiliki jaringan internet yang sangat luas dan selalu ada selama 24 jam sehingga dapat melayani konsumen melalui sistem Internet Banking.
• Internet Banking merupakan teknologi canggih dan dapat memberikan lebih banyak informasi daripada tradsional bank yang hanya melayani konsumen yang dating ke suatu tempat untuk bertransaksi langsung. Seandainya anda mengambil uang dari ATM, transaksi akan langsung dapat diterima oleh bank. Dan apabila anda memiliki lebih dari satu tabungan , transfer uang yang dilakukan dari dan ke tabungan lain akan lebih mudah.
Keuntungan
Bagi Nasabah Bank:
1. Internet Banking lebih menghemat waktu dan biaya (biaya transportasi).
2. Konsumen tidak harus mendatangi bank secara langsung
3. Internet banking memberi pelayanan selama 24 jam
4. Konsumen dapat melakukan transaksi dari manapun dan kapan pun.
5. Bagi pihak Bank :
6. Mengurangi biaya oprasional, biaya sewa tempat, dan gaji karyawan.
7. Aplikasi
8. Contoh-contoh Internet Banking :
9. Online Commercce Banking
10. Berguna untuk manghemat waktu dan biaya nasabah bank, juga sangat berguna bagi mereka yang memiliki banyak kebutuhan dan yang memiliki program pribadi keuangan seperti Quicken dan Microsoft Money. Mereka membutuhkan Online Commercce Banking yang selalu dapat melayani konsumen untuk melakuakan transaksi perbankan yang cepat dan mudah. Terlebih lagi setelah keamanan banking via internet terjaga dengan baik. Online Commercce Banking juga memenuhi kebutuhan kredit pinjaman rumah, mobil dan lain sebagainya. Selain itu dapat pula digunakan untuk perhitungan data transaksi secara online, membayar tagihan-tagihan dan meng- up date data secara otomatis dengan program-program seperti Quicken atau Microsoft Money.
11. Keuntungan utama adalah transaksi dapat terselesaikan dimana pun dan kapan pun, Online Commercce Banking juga menawarkan keamanan dara pribadi, juga tak mengenal batas wilayah sehingga lebih mudah membantu konsumen, dan transaksipun dapat terbayar dengan biaya seminimal mungkin. Sehungga memungkinkan, keuangan lebih terjaga.
12. Online banking dapat terselesaikan dengan menggunakan program seperti Quicken ataupun Microsoft Money yang memungkinkan kita untuk dapat meliha, mengecek dan mengkatagorikan bermacam-macam akun (tabel keuangan) seperti juga mengecek akun, credit card, bahkan pinjaman serta investasi. Dengan menggunakan data yang ada pada program tersebut, anda dapat memperoleh gambaran perencanaan yang lebih jelas tentang anggaran keuangan, dan juga dapat melakukan transaksi dari program ini. Online Banking lebih banyak digunakan karena selain murah, data pun selalu up to date.
13. E-Banking
14. Electronic Banking Service dapat dilakukan dengan menggunakan ATM, telephon (bukan via internet), dan kartu debit.
15. Electronic Banking Service menggunakan alat elektronik untuk mentransfer dana secara langsung, dari satu data keuangan ke data yang lain. Beberapa alat yang digunakan adalah ATM, deposito, penarikan, pembayaran melalui handphone, web banking, PC banking service.
16. E-banking menggunakan elektronik currency : chek cards atau kartu debit, kartu kredit, sebagai contoh; jika membayar menggunakan kartu kredit, maka dana tabungan/rekening akan tertransfer ke took dimana kita membeli.
17. E-banking akan melayani pembayaran, transfer dana dan sebagainya, selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
18. Melayani transfer dan segala pembayaran lewat e-mail. Kita dapat mengecek data keuangan, mengetahui daftar pembayaran. Electronic banking service sangat berguna sekali untuk orang-orang yang memiliki hobi treveling.
19. Salah satu pionir dari internet banking di dunia adalah Security First Network Bank(SFNB-www.sfnb.com). Dan bank yang menyediakan jasa internet banking di Indonesia adalah BCA, Bank Mandiri, Lippo Bank, dan BII.
Dari sudut pandang suatu bank, penggunaan internet banking sangat berpotensi mengefisiensi biaya sekaligus meningkatkan pendapatan melalui sistem penjualan yang jauh lebih efektif daripada mempertahankan transaksi bank secara konvensional. Secara umum, dalam penyediaan layanan internet banking, bank memberikan informasi mengenai produk dan jasanya via portal di internet, memberikan akses kepada para nasabah untuk bertransaksi dan meng-update data pribadinya.
Persyaratan Aspek Keamanan
Aspek keamanan yang harus dijaga dari Internet Banking adalah:
1. Confidentiality: dimana data-data harus diamankan dari penyadapan
2. Integrity: data tidak boleh diubah tanpa ijin dari yang berhak
3. Authentication: untuk meyakinkan identitas nasabah dan identitas dari situs web
4. Non-repudiation: bahwa nasabah tidak dapat menyangkal telah melakukan
transaksi
5. Availability: terkait dengan ketersediaan layanan, termasuk up-time dari situs web
Aspek-aspek di atas harus dapat diberikan dalam implementasi Internet Banking.
Berikut ini sedikit penjabaran dari aspek-aspek di atas.
1. Confidentiality
Aspek confidentiality memberi jaminan bahwa data-data tidak dapat disadap oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Serangan terhadap aspek ini adalah penyadapan nama account dan PIN dari pengguna Internet Banking. Penyadapan dapat dilakukan pada sisi terminal (komputer) yang digunakan oleh nasabah atau pada jaringan (network) yang mengantarkan data dari sisi nasabah ke penyedia jasa Internet Banking. Penyadapan di sisi komputer dapat dilakukan dengan memasang program keylogger yang dapat mencatat kunci yang diketikkan oleh pengguna. Penggunaan keylogger ini tidak terpengaruh oleh pengamanan di sisi jaringan karena apa yang diketikkan oleh nasabah (sebelum terenkripsi) tercatat dalam sebuah berkas.
Pengamanan di sisi komputer yang digunakan nasabah sedikit lebih kompleks. Hal ini disebabkan banyaknya kombinasi dari lingkungan nasabah. Jika nasabah mengakses Internet Banking dari tempat yang dia tidak kenal atau yang meragukan integritasnya seperti misalnya warnet yang tidak jelas, maka kemungkinan penyadapan di sisi terminal dapat terjadi. Untuk itu perlu disosialisasikan untuk memperhatikan tempat dimana nasabah mengakses Internet Banking. Penggunaan key yang berubah-ubah pada setiap sesi transaksi (misalnya dengan menggunakan token generator) dapat menolong. Namun hal ini sering menimbulkan ketidaknyamanan.
Sisi back-end dari bank sendiri harus diamankan dengan menggunakan Virtual Private Network (VPN) antara kantor pusat dan kantor cabang. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya fraud yang dilakukan dari dalam (internal).
2. Integrity
Aspek integrity menjamin integritas data, dimana data tidak boleh berubah atau diubah oleh pihak-pihak yang tidak berwenang. Salah satu cara untuk memproteksi hal ini adalah dengan menggunakan checksum, signature, atau certificate. Mekanisme signature akan dapat mendeteksi adanya perubahan terhadap data. Selain pendeteksian (dengan menggunakan checksum, misalnya) pengamanan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan mekanisme logging (pencatatan) yang ekstensif sehingga jika terjadi masalah dapat dilakukan proses mundur (rollback).
3. Authentication
Authentication digunakan untuk meyakinkan orang yang mengakses servis dan juga server (web) yang memberikan servis. Mekanisme yang umum digunakan untuk melakukan authentication di sisi pengguna biasanya terkait dengan :
• Sesuatu yang dimiliki (misalnya kartu ATM, chipcard)
• Sesuatu yang diketahui (misalnya userid, password, PIN, TIN)
• Sesuatu yang menjadi bagian dari kita (misalnya sidik jari, iris mata)
Salah satu kesulitan melakukan authentication adalah biasanya kita hanya menggunakan userid/account number dan password/PIN. Keduanya hanya mencakup satu hal saja (yang diketahui) dan mudah disadap. Pembahasan cara pengamanan hal ini ada pada bagian lain.
Sementara itu mekanisme untuk menunjukkan keaslian server (situs) adalah dengan digital certificate. Sering kali hal ini terlupakan dan sudah terjadi kasus di Indonesia dengan situs palsu “kilkbca.com”. Situs palsu akan memiliki sertifikat yang berbeda dengan situs Internet Banking yang asli.
4. Non-repudiation
Aspek nonrepudiation menjamin bahwa jika nasabah melakukan transaksi maka dia tidak dapat menolak telah melakukan transaksi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan digital signature yang diberikan oleh kripto kunci publik (public key cryptosystem). Mekanisme konfirmasi (misal melalui telepon) juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi kasus.
Penggunaan logging yang ekstensif juga dapat mendeteksi adanya masalah. Seringkali logging tidak dilakukan secara ekstensif sehingga menyulitkan pelacakan jika terjadi masalah. (Akses dari nomor IP berapa? Terminal yang mana? Jam berapa? Apa saja yang dilakukan?)
5. Availability
Aspek availability difokuskan kepada ketersediaan layanan. Jika sebuah bank menggelar layanan Internet Banking dan kemudian tidak dapat menyediakan layanan tersebut ketika dibutuhkan oleh nasabah, maka nasabah akan mempertanyakan keandalannya dan meninggalkan layanan tersebut. Bahkan dapat dimungkinkan nasabah akan pindah ke bank yang dapat memberikan layanan lebih baik. Serangan terhadap availability dikenal dengan istilah Denial of Service (DoS) attack. Sayangnya serangan seperti ini mudah dilakukan di Internet dikarenakan teknologi yang ada saat ini masih menggunakan IP (Internet Protocol) versi 4.
Mekanisme pengamanan untuk menjaga ketersediaan layanan antara lain menggunakan backup sites, DoS filter, Intrusion Detection System (IDS), network monitoring, Disaster Recovery Plan (DRP), Business Process Resumption. Istilah – istilah ini memang sering membingungkan (dan menakutkan). Mereka adalah teknik dan mekanisme untuk meningkatkan keandalan.
Cermati Risiko Yang Dihadapi
Tingginya kecepatan perkembangan teknologi secara dramatis akan makin mengerek tingkat dan besaran risiko-risiko yang dihadapi bank. Sayang, kebanyakan bank berasumsi bahwa internet banking hanya akan meningkatkan risiko keamanan informasi (information security risk). Bank-bank tidak secara khusus berfokus pada pengaruhnya terhadap risiko-risiko lain yang sebetulnya juga mengancam. Padahal, sedikit saja bank lengah, akibatnya bisa fatal.
Walaupun bank dalam menawarkan layanan internet banking selalu berpromosi tidak menimbulkan tipe risiko-risiko yang baru, namun jika dicermati, ternyata bisa juga membuat risiko yang tadinya dianggap kecil oleh bank menjadi besar dan muncul ke permukaan. Untuk itu, para eksekutif perbankan harus menyadari risiko-risiko tersebut dan tentunya yang lebih penting, yaitu penanganannya secara tepat.
Jika suatu bank telah memberikan layanan internet banking atau berencana menawarkan layanan internet banking, berikut ini risiko-risiko yang tidak boleh dilupakan, yaitu :
1. Risiko Strategis (Strategic Risk).
Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Pendek kata, bisa saja karena sengitnya persaingan internet banking antarbank, suatu bank yang ingin mempertahankan nasabahnya melakukan ekspansi pada internet banking tanpa melakukan analisis benefit-biaya (cost benefit analysis). Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati.
2. Risiko Transaksi (Transaction Risk).
Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekpektasi para nasabah. Tingkat risiko transaksi yang besar bisa terjadi pada produk-produk dan layanan internet banking. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut.
Karena itu, perlu koneksi sistem yang solid antara bank dan pihak ketiga dengan harapan bisa mengurangi kesalahan-kesalahan dan kegagalan transaksi. Jika tidak, akan sangat mungkin nama bank Anda tertulis besar-besar dalam kolom surat pembaca harian nasional.
3. Risiko Kepatuhan (Compliance Risk).
Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standar etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, mengalami kerugian, bahkan bisa mengurangi kesempatan melakukan bisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterpretasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia.
4. Risiko Reputasi (Reputational Risk).
Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lainnya. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya opini publik terhadap suatu bank. Hal ini merupakan salah satu contoh sederhana yang nyatanya sering kali terjadi. Di tengah persaingan yang sengit, jangan heran kalau nasabah mencibir jika mendengar nama suatu bank. Jadi, bank harus mengadopsi suatu strategi yang andal untuk menghadapi risiko jatuhnya reputasi ini.
5. Risiko Keamanan Informasi (Information Security Risk).
Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspadai kalangan perbankan.
6. Risiko Kredit (Credit Risk).
Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan melakukan identifikasi terhadap nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet.
7. Risiko Suku Bunga (Interest Rate Risk).
Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, akan sangat mudah para nasabah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya.
8. Risiko Likuiditas (Liquidity Risk).
Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan melakukan transfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau mentransfernya ke bank kompetitor. Dengan penerapan internet banking, tentunya bank perlu melakukan penyesuaian terhadap manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan.

TIPS AMAN INTERNET BANKING

 VERSI MANDIRI BANK :

On-lineBank Mandiri menyediakan sarana untuk Internet Banking secara aman dan terjamin menggunakan metode terbaru dalam sistem keamanan Internet banking yang berjalan 24 jam sehari, sepanjang tahun.

Di bawah ini tindakan pencegahan yang mudah dilakukan untuk memastikan keamanan ketika Anda menggunakan Internet Banking:

* Anda akan melihat syarat dan ketentuan pada waktu pertama kali Anda Log In di Internet Banking. Silahkan baca sebelum Anda log in di Internet Banking.

* Pastikan Anda menggunakan tombol Log Out di sebelah kanan atas dari monitor jika telah selesai menggunakan Internet banking, Hal ini untuk memastikan bahwa orang yang menggunakan komputer tersebut tidak dapat mengakses informasi account Anda.

* Jangan meninggalkan komputer jika Anda sedang Log in di Internet banking.

* Pastikan Anda mempunyai software anti virus yang up-to-date yang selalu aktif di komputer Anda

* Hapus cache browser Anda setelah menggunakan Internet Banking. Hal ini mencegah browser untuk menyimpan di hard disk halaman web yang telah Anda lihat yang bisa digunakan oleh orang yang mengakses komputer untuk melihat informasi account Anda.

* Gunakan hanya komputer pribadi untuk menggunakan Internet Banking Bank Mandiri, jangan gunakan komputer yang bisa diakses banyak orang.

* Jagalah dengan aman informasi Internet Banking dan PIN ATM. Jangan menyimpannya di tempat yang sama di kartu ATM Anda.

VERSI BCA, KEBIJAKAN dan IlMU TERKAIT  :

KEBIJAKAN PRIVASI DAN PENGAMANAN (ONLINE PRIVACY AND SECURITY)

Berikut ini adalah kebijakan dan praktek yang dilakukan PT Bank Central Asia, Tbk (“BCA”) untuk menunjukkan komitmen BCA di dalam menjaga dan memelihara privasi dan keamanan Anda pada saat Anda mengunjungi situs dan internet banking BCA.


I. Kebijakan Privasi
BCA tidak menjual, menukar atau memperlihatkan segala informasi yang berkaitan dengan nasabah atau pengunjung situs dan internet banking BCA.

BCA tidak melacak pengunjung situs BCA.

Selama Anda login ke internet banking BCA, BCA akan menggunakan cookie yang akan berakhir pada saat Anda logout.

Semua transaksi perbankan Anda dan informasi rekening lainnya disimpan secara rahasia sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia serta kebijakan internal BCA.
II. Pengamanan

1.  Sistem Pengamanan
BCA menggunakan 3 (tiga) lapis sistem pengamanan untuk melindungi akses dan transaksi Anda di internet banking BCA yaitu :
    • Secure Socket Layer (“SSL”) SSL adalah teknologi pengamanan yang ‘mengacak’ jalur komunikasi antar komputer sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak lain.
    • User ID dan Personal Identification Number (“PIN”)
    • One Time Password yang dihasilkan oleh KeyBCA One-time Password adalah teknologi pengamanan yang selalu menghasilkan password yang berbeda setiap kali alat/token pengamannya digunakan.
Karena banyaknya variasi browser internet yang ada, sulit untuk menyediakan internet banking yang mengikuti keamanan masing-masing browser. Saat ini BCA hanya menyediakan sarana internet banking yang lebih cocok diakses dengan menggunakan Microsoft Internet Explorer versi 6 atau yang terbaru. BCA mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
2. Proteksi Komunikasi Internet Banking BCA
BCA menggunakan teknologi enkripsi Secure Socket Layer (SSL) 128 bit untuk memproteksi komunikasi antara komputer Anda dan server BCA selama Anda mengakses internet banking BCA.
Untuk memastikan proteksi komunikasi selama Anda mengakses internet banking BCA, Anda dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:
    • Periksa sertifikat SSL secara teratur untuk memastikan bahwa Anda menerima sertifikat SSL yang sah yang telah terdaftar untuk IBANK.KLIKBCA.COM.
    • Apabila Anda menerima pesan yang menjelaskan bahwa sertifikat tidak sah, dimohon Anda tidak melanjutkan akses internet banking BCA.
    • Pastikan bahwa Anda telah mengetik alamat yang benar yaitu https://ibank.klikbca.com.
    • Pastikan bahwa pada browser Anda terdapat gambar gembok/kunci yang mengindikasikan bahwa halaman yang Anda akses saat ini dienkripsi dengan menggunakan SSL. Jika Anda tidak melihat gambar gembok/kunci, dimohon Anda untuk logout dan kemudian melakukan login kembali.
    • Pastikan bahwa Anda telah logout saat meninggalkan komputer Anda meskipun hanya sesaat.
    • Sebaiknya Anda tidak mengakses internet banking BCA di warnet atau di jaringan yang tidak pasti keamanannya.
3. Proteksi Akses Internet Banking BCA
BCA mewajibkan Anda untuk memasukkan User ID dan PIN sebelum Anda dapat melakukan akses ke internet banking BCA.
Untuk memastikan proteksi bagi Anda dalam melakukan akses ke internet banking BCA, mohon lakukan hal-hal sebagai berikut:
    • Jagalah kerahasiaan User ID dan PIN Anda, jangan diberitahukan kepada orang lain, kecuali untuk melakukan transaksi-transaksi tertentu yang mengharuskan Anda untuk memberitahukan User ID milik Anda, antara lain untuk transaksi pembelian barang atau jasa secara on-line, dan jangan disimpan dalam Internet Explorer Anda.
    • Jangan memberitahukan PIN atau sebagian PIN Anda kepada orang lain, walaupun orang tersebut mengaku sebagai karyawan BCA. BCA tidak pernah menanyakan PIN Anda.
    • Gantilah PIN Anda secara periodik di internet banking BCA pada menu Administrasi-Ganti PIN atau jika Anda tidak yakin terhadap kerahasiaan PIN Anda. Jangan menggunakan PIN yang mudah diterka seperti: 111111, 222222, 123456, 654321, tanggal lahir, nomor mobil, alamat dan lain-lain. Jangan menuliskan PIN Anda di tempat dimana orang lain dapat membacanya.
    • Gunakan PIN internet banking BCA yang berbeda dengan PIN yang Anda gunakan untuk mengakses situs lain.
    • Hubungi Halo BCA jika Anda lupa PIN atau PIN Anda terblokir. Ikuti instruksi mereka bagaimana cara untuk mengaktifkan fasilitas internet banking Anda kembali.
4. KeyBCA dan Proteksi KeyBCA
BCA mewajibkan Anda menggunakan security token yang dinamakan KeyBCA untuk menghasilkan One Time Password yang digunakan untuk mengotentikasi setiap transaksi finansial Anda dan sebagai tanda persetujuan Anda terhadap transaksi yang dilakukan.
Anda harus memasukkan One Time Password yang dihasilkan oleh KeyBCA jika Anda melakukan transaksi finansial seperti : transfer dana, pembelian dan pembayaran dan transaksi non finansial seperti : aktivasi KeyBCA, tambah koneksi, hapus koneksi dan registrasi inquiry tagihan kartu kredit BCA
Transaksi yang dapat dilakukan tanpa menggunakan KeyBCA adalah : informasi rekening, status transaksi, history transaksi, administrasi dan email
Untuk memastikan proteksi bagi KeyBCA Anda, mohon lakukan hal-hal sebagai berikut :
    • KeyBCA Anda diamankan dengan PINnya sendiri. Gantilah PIN KeyBCA Anda segera setelah Anda menerima KeyBCA, dan gantilah PIN KeyBCA secara periodik atau jika Anda tidak yakin terhadap kerahasiaan PIN Anda. Jangan menggunakan PIN yang mudah diterka seperti: 111111, 222222, 123456, 654321, tanggal lahir, nomor mobil, alamat dan lain-lain. Jangan menuliskan PIN Anda di tempat dimana orang lain dapat membacanya.
    • Jangan meminjamkan KeyBCA Anda kepada orang lain.
    • Jagalah kerahasiaan PIN KeyBCA Anda, jangan diberitahukan kepada orang lain.
    • Jangan memberitahukan PIN atau sebagian dari PIN KeyBCA Anda kepada orang lain, walaupun orang tersebut mengaku sebagai karyawan BCA. BCA tidak pernah menanyakan PIN KeyBCA Anda.
    • Hubungi Halo BCA jika KeyBCA Anda hilang, rusak atau terblokir. Ikuti instruksi mereka bagaimana mendapatkan KeyBCA baru atau mengaktifkan KeyBCA Anda kembali.
Cara menggunakan KeyBCA dapat dilihat pada petunjuk yang disertakan dengan KeyBCA yang Anda terima.
5. Alamat E-mail dan Proteksi Informasi Transaksi
BCA mewajibkan Anda untuk memberikan alamat e-mail Anda kepada BCA. BCA akan menggunakan alamat e-mail Anda untuk mengirimkan informasi atas transaksi finansial yang telah Anda lakukan melalui internet banking BCA dan beberapa transaksi non finansial yaitu saat login pertama kali, perubahan alamat e-mail, tambah koneksi, dan lain-lain. Selain itu BCA juga menggunakan alamat e-mail Anda untuk kepentingan promosi, undangan gathering dan informasi-informasi lainnya.
Untuk memastikan proteksi pengiriman informasi ke alamat e-mail Anda, mohon lakukan hal-hal sebagai berikut:
    • Berikan kepada BCA alamat e-mail pribadi Anda. Jangan menggunakan alamat e-mail palsu.
    • Ubahlah segera alamat e-mail Anda di internet banking BCA jika Anda mengganti alamat e-mail Anda.
    • Jika Anda menghubungi BCA melalui e-mail, jangan mengirimkan informasi rekening Anda yang sifatnya rahasia atau sensitif, termasuk PIN Anda.
6. Situs BCA
Di dalam situs BCA, BCA menyediakan URL link ke situs lain yang tidak dikontrol oleh BCA. BCA tidak bertanggung jawab atas isi dan keamanan dari situs tersebut. Jika Anda mengakses situs tersebut, silakan memeriksa kebijakan privasi dan pengamanan mereka.
Dalam hal Anda mengakses situs atau internet banking BCA melalui URL link dari situs lain, pastikan kebenaran alamat yang Anda akses yaitu http://www.klikbca.com atau https://ibank.klikbca.com.
BCA dapat mengubah kebijakan privasi dan informasi pengamanan ini setiap saat untuk tetap menyesuaikan dengan situasi dan teknologi terbaru. Anda selalu dapat meninjau informasi dan kebijakan privasi BCA yang terbaru di https://ibank.klikbca.com/privacy.html atau Anda dapat memintanya dengan mengirimkan email ke klikbca@bca.co.id.
Kiat-Kiat Menggunakan Internet Banking BCA Dengan Lebih Aman
Pada dasarnya sistem maupun jaringan internet banking BCA telah menggunakan pengamanan yang seoptimal mungkin. Kondisi pengamanan internet banking BCA selalu dipantau dan ditingkatkan sejalan dengan perkembangan teknologi dan ancaman yang ada.
Ancaman juga dialami oleh semua pengguna internet termasuk internet banking BCA. Oleh karena itu kami dari pihak BCA meminta perhatian Anda sebagai pengguna internet banking BCA atas beberapa jenis ancaman yang mungkin Anda temui ketika mengakses internet. Kiat-kiat pengamanan yang dapat dilakukan sewaktu Anda menggunakan internet banking BCA, adalah sebagai berikut :
1. Phising.
Phising adalah cara-cara penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan informasi-informasi rahasia seorang nasabah seperti User ID dan PIN. Ada beberapa cara antara lain :
  • Berpura-pura sebagai seseorang dari pihak bank dan meminta data-data nasabah dengan alasan-alasan tertentu
  • Mengirim email yang berisi login screen dan meminta nasabah melakukan login dengan memasukkan User ID dan PIN.
  • Mengirim email yang berisi login screen dan meminta nasabah melakukan login dengan memasukkan User ID dan PIN.
  • Mengirim URL link ke situs yang dibuat semirip mungkin dengan situs resmi milik bank namun ternyata palsu.
Kiat-kiat pengamanan:
  • Perlu diketahui bahwa BCA tidak pernah mengirim email seperti yang dijelaskan diatas kepada nasabah. Apabila Anda menerima email semacam itu yang kelihatannya berasal dari BCA, Anda dapat langsung menghapus email tersebut.  
  • Apabila Anda terlanjur mengisi informasi yang diminta atau merasa bahwa User ID dan PIN Anda sudah tidak rahasia lagi, segera hubungi Halo BCA. Pastikan situs yang Anda kunjungi adalah http://www.klikbca.com dan https://ibank.klikbca.com dan pastikan juga bahwa gambar gembok/kunci pada browser Anda utuh ketika mengakses https://ibank.klikbca.com.
2. Virus / Worm
Virus Komputer adalah program-program komputer yang dibuat dengan tujuan-tujuan tertentu. Pada umumnya virus merusak sistem operasi, aplikasi dan data di komputer yang terinfeksi. Virus dapat menyebar melalui banyak media, antara lain : e-mail, disket, CD, USB drive, Flash memory, program dari internet, maupun jaringan, dan juga dari halaman situs yang ’jahat’.
Beberapa contoh dampak dari infeksi virus:
  • Komputer menjadi tidak stabil dan sering ‘hang’ (macet).
  • Komputer manjadi lambat.
  • Data di harddisk terhapus.
  • Program aplikasi tidak dapat digunakan.
Yang mirip dengan virus adalah Worm yang dibuat untuk dapat menyebar dengan cepat ke banyak komputer. Walaupun umumnya worm tidak menimbulkan kerusakan seperti virus, namun worm dapat digunakan untuk membawa berbagai macam muatan/attachment termasuk yang berbahaya.
Kiat-kiat pengamanan:
  • Gunakan anti-virus ter-update di komputer Anda, dan pastikan bahwa komputer Anda di-scan secara real-time.
  • Banyak virus yang datang melalui e-mail yang diterima, sehingga Anda harus lebih hati-hati pada waktu menggunakan e-mail. Hapus e-mail yang mencurigakan atau yang datang dari pengirim yang tidak dikenal, dan scan e-mail attachment sebelum dibuka.
  • Gunakan firewall pada sistem operasi di komputer Anda atau instal personal firewall dan pastikan bahwa pengaturan firewall yang terpasang dapat mengamankan PC Anda.
  • Sebaiknya Anda tidak mengakses atau bahkan mendownload file/program-program di internet dari situs yang tidak dikenal/tidak dapat diyakini keabsahannya.
  • Scan file-file yang berasal dari disket, CD maupun USB drive yang Anda terima.
  • Pastikan bahwa sistem operasi maupun aplikasi di komputer Anda sudah dilindungi dengan sistem proteksi terkini.
3. Spyware
Spyware adalah sejenis komputer program yang diprogram untuk ’mencuri’ informasi-informasi penting/pribadi dari komputer yang terinfeksi dan mengirimnya ke lokasi tertentu di internet untuk kemudian diambil oleh pembuatnya. Informasi yang menjadi target utama contohnya: nomor kartu kredit, User ID dan PIN/password, nomor rekening, alamat e-mail, dan lain-lain.
Spyware dapat terinstall melalui e-mail attachment, program yang diinstall dari sumber-sumber yang tidak jelas, ataupun oleh web site yang ’jahat’.
Virus dapat diprogram untuk menyebarkan spyware. Namun, berbeda dengan virus yang sifatnya lebih merusak, spyware bekerja secara diam-diam agar tidak terlacak sehingga lebih mudah mengumpulkan informasi yang diinginkan sang pembuat/penyebar spyware.
Kiat-kiat pengamanan:
Pengamanan terhadap spyware sama dengan pengamanan terhadap virus/worm.
4. Bot (roBot)
Bot adalah sejenis komputer program yang apabila terinstal di PC Anda, dapat menyebabkan PC Anda dikontrol oleh orang lain secara remote melalui jaringan. Sang pembuat/penyebar Bot akan dapat melakukan apa saja dengan PC Anda.
Umumnya PC-PC yang telah terkontrol (dikenal sebagai Botnet) digunakan untuk mengirim SPAM, Virus, Worm atau untuk menyerang komputer-komputer lain yang terkoneksi ke jaringan.
Kiat-kiat pengamanan:
Pengamanan terhadap spyware sama dengan pengamanan terhadap virus/worm.