Tampilkan postingan dengan label PROVOKATOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROVOKATOR. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Desember 2010

KEJAHATAN KRISTEN DI BEKASI TAHUN 2010

alt
Jumat pagi (14/5/2010) beredar sms di kalangan kaum muslimin Bekasi yang mengabarkan bahwa Pemkot Bekasi telah menyewa Densus 88 untuk menghadang aksi umat Islam Bekasi di kantor Walikota. Bukan hanya itu, dikabarkan juga bahwa pihak Kristen telah menyiapkan Laskar Kristus lengkap dengan senjata tajam yang dikumpulkan di sebuah gereja. Tentu saja hari itu kecemasan dan kegeraman merebak di seantero umat Islam Bekasi. “Wah, bisa meletus perang agama”, ujar seorang muslim Bekasi.

Seusai shalat Jum’at, umat Islam telah berkumpul di Islamic Center Bekasi. Tak kurang dari 6.000 kaum Muslim kemudian bergerak ke Kantor Pemkot Bekasi. Di bagian depan, sebuah mobil bak terbuka sebagai komando aksi yang dikoordinir oleh Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB), kemudian ribuan sepeda motor dan mobil dibelakangnya. Ribuan umat Islam lainnya berjalan kaki.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib itu diikuti oleh berbagai ormas Islam Bekasi Raya, antara lain: Persatuan Islam (PERSIS), Front Pembela Islam (FPI), Dewan Dakwah Islamiyah (DDII), Forum Umat Islam (FUI), Hizb Dakwah Islam (HDI), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Gabungan Remaja Islam (GARIS) Bekasi, Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), Majelis Rasulullah, dan elemen ormas Islam lainnya. Mereka mengusung spanduk bertuliskan  pesan damai, ”Hargai Pluralitas, Runtuhkan Tirani Minoritas."

Para pengunjuk rasa juga membawa ratusan poster Walikota Bekasi Mochtar Mohammad yang dicerca karena diduga Walikota telah berkongkalikong dengan kelompok Kristen. “Mochtar Mohammad Makelar Gereja,” “Mochtar Mohammad Pendukung Salibis.”, demikian antara lain bunyi poster-poster itu. Poster Benny Tunggul (koordinator pawai Hardiknas yang melecehkan Islam di Masjid Al-Barkah ) juga dibawa demonstran, “Benny Tunggul Halal Darahnya”, „Penjarakan Benny Tunggul”, demikian antara lain tuntutan aksi massa umat Islam Bekasi.

Aksi damai sudah ditunggu ribuan aparat polisi dan Densus 88 di kantor Pemkot Bekasi. Tak terjadi apa-apa, sampai seluruh massa masuk ke halaman Pemkot. Beberapa tokoh perwakilan ormas Islam melakukan orasi meminta Walikota keluar untuk menerima Deklarasi Umat Islam. Namun, rupanya Walikota sedang tidak berada di tempat. “Walikota sedang tugas dinas ke Gorontalo”, ujar Sekda Kota Bekasi Chandra Utama.

Chandra mempersilahkan 15 perwakilan Ormas untuk masuk ke dalam ruang Pemkot. Namun tokoh-tokoh Islam tak bersedia masuk. Malah oleh tokoh-tokoh Islam, Chandra didesak untuk membacakan Deklarasi Umat Islam dan menandatanganinya. Dengan didampingi Kapolresta Bekasi AKBP Imam Sugianto, Chandra menyampaikan kabar bahwa Mochtar Mohammad sudah kembali hari Senin 17 Mei dan bersedia menerima perwakilan ormas-ormas Islam.

Massa umat Islam kemudian keluar dari kantor Pemda Bekasi. Tak terjadi insiden apa-apa, juga tak ditemui Laskar Kristus bersenjata yang semula ramai diisukan itu. Tokoh Islam Bekasi Sulaeman Zachawerus kepada Suara Islam menandaskan: ”Kalau sampai terjadi konflik antar kelompok agama, akibatnya akan parah sekali. Kita punya pengalaman di Ambon, Poso dan daerah-daerah lain. Itu cukup menjadi pelajaran kita”, ujarnya.

Massa kemudian bergerak menuju lokasi Patung 3 Mojang (juga disebut Patung 3 Diva) di Kompleks Perumahan Harapan Indah. Patung 3 perempuan yang menurut bentuknya menyerupai patung-patung simbol Kristiani, berdiri diatas lingkaran batu-batu berair berdiameter 50-an meter dengan konstruksi besi-baja hitam menjulang tinggi ke angkasa. 

Murharli Barda, Ketua FPI Bekasi yang menjadi penanggungjawab aksi damai umat Islam Bekasi, menjelaskan mengapa patung 3 Diva menjadi target demonstran. Pertama, pembuatan patung ini tanpa ada ijin. Kedua, di lokasi patung ini ditandai oleh umat Islam Bekasi sebagai simbol kemenangan tokoh Islam pendiri Bekasi, yakni KH. Noer Ali yang dulunya berhasil menghadang tentara Belanda. ”Ada upaya sistematis untuk mengaburkan sejarah dan menghilangkan ciri-ciri Islam yang melekat pada Kota Bakasi”, ujar Murharli kepada para wartawan.

Massa hampir tak terkendalikan untuk menghancurkan patung tersebut. Namun Murharli berhasil menenangkan massanya, mengingatkan demonstran untuk shalat Ashar. Sempat terjadi insiden kecil namun bisa diatasi. Karena masjid dan musholla jauh dari lokasi, banyak pendemo yang bertayamum kemudian shalat di aspal jalan dengan sajadah seadanya.

Adanya upaya menghilangkan identitas Islam bagi Kota Bekasi, dibenarkan oleh Sulaeman Zachawerus. ”Dulu Bekasi terkenal dengan sebutan kota Beriman, Kota Ihsan, dan sebagainya. Kini sudah berganti dengan istilah Kota Patriot, dan konon akan diganti lagi dengan sebutan Kota Pancasila, yang sudah mulai didengung-dengungkan. Ini upaya sistematis menghilangkan ciri Islam di Kota Bekasi”, paparnya.

Sebelumnya, pada hari Ahad (5/5/2010), umat Islam Bekasi juga telah menggelar Tabligh Akbar dan Apel Siaga Umat Islam Bekasi di Masjid Al Barkah Bekasi.


 Alumni Bellamirnus Lecehkan Al Quran

alt
Serangkaian aksi umat Islam Bekasi, mulai dari Tabligh Akbar dan Apel Siaga Umat Islam hingga Aksi Unjuk Rasa pada hari jumat (14/5) lalu itu merupakan respon terhadap serangkaian pelecehan terhadap Al-Qur'an dan Islam yang dilakukan oleh oknum penganut agama Kristen.Tindakan pelecehan terhadap Al Quran dilakukan oleh alumnus SMP Bellarminus bernama Felix di SMAN 5 Bekasi dengan foto menginjak Al-Qur'an dan pose “Al-Qur'an Fuck You.”

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekasi menemukan foto-foto berisi seorang pelajar menginjak Al Quran. Kasus tersebut terakhirnya dilaporkan ke Polres setempat. Polisi kemudian menyita sejumlah bukti-bukti berupa foto, sepatu untuk menginjak Al Quran tersebut, dan kamera. Pelajar bernama Felix itu pun akhirnya ditahan Polres Bekasi.

 "Sudah ditahan di Polres. Dia dipanggil terus datang. Kita tetapkan sebagai tersangka penistaan agama," kata Kapolres Bekasi Kombes Pol Imam Sugianto, Jumat (14/5/2010).
Apa motif pelajar SMA itu melecehkan Al Quran?. "Nggak tahu apa dia bercanda atau tidak. Yang pasti dia sudah menghina salah satu agama. Menghina umat Islam," jelas Imam. Felix kemudian dijerat dengan pasal 156 KUHP tentang penistaan agama.


 Blog Santo Bellamirnus


alt
Belum usai kasus pelecehan Al-Qur'an di SMAN 5 Bekasi, muncul lagi penodaan yang lebih dahsyat dalam ‘Blog Santo Bellarminus’ pada tanggal 21 April 2010 yang menamakan diri Gerakan Membasmi Islam (GMI). Dalam postingan berjudul “Habisi Islam di Indonesia,” ditulis berbagai hujatan terhadap Islam dengan mengejek Allah dan Rasulullah sebagai oknum Homoseks (gay). Penodaan lainnya, Al-Qur'an dihujat sebagai kitab sesat dan kitab seksual, Islam dilecehkan sebagai agama setan, dan lainnya.Dalam blog bertitel “habisi Islam di Indonesia” ini diposting tulisan-tulisan yang ditujukan untuk membangkitkan amarah umat Islam.

Hari Rabu, 21 April 2010 pukul 02:05 diposting foto kitab suci Al-Qur'an dengan sampul warna hijau yang  dimasukkan ke dalam WC. Foto penghinaan ini diberi komentar sarkasme sebagai berikut:

“AL-Kooran, sebuah Buku pedoman untuk kesesatan.. yang biasa di tempatkan oleh orang Islam di tempat yang seperti di gambar di atas. AL-Kooran itu adalah sebuah singkatan: AL = Allah (tuhan hayalan mereka); K= Ko##ol; oo = Orang-orang; r = rusuh; a = a##ing; n = neraka.

JADI “ALLAH KO##OL ORANG-ORANG RUSUH (A##ING NERAKA) .” Itulah maksud mereka. ISLAMpun juga begitu. "I#il, Setan, Lintah, A##ing, M##ek" itu Islam.”

Dalam kalimat yang disamarkan redaksi di atas, maksud kata “ko##ol,” kata “I#il” dan “m##ek” adalah kata-kata jorok yang  berhubungan dengan alat kelamin pria dan wanita.

Blog Bellarminus memelesetkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan kata-kata yang hina. Ayat basmalah (bismillahirahman) diartikan sebagai kemaluan laki-laki, lalu ayat hamdalah (alhamdulillah) diartikan sebagai Kemaluan perempuan. Astagfirullah.

Tak puas memaki Al-Qur'an sebagai kitab yang banyak memuat kata-kata kotor dan tidak pantas, penulis blog Santo Bellarminus menuding bahwa, semua itu disebabkan karena Nabi Muhammad adalah orang yang –astagfirullah– kurang waras, gila, setan, dan suka berhayal.

“Karena Muhamat itu adalah orang yang kurang waras, ia mencoba membuat sensasi dengan membuat kepercayaan bahwa tuhannya Allah. Muhamat adalah seorang laki-laki setan.. Muhamat itu orang gila yang suka berhayal,” maki blog Bellarminus. “Azan itu adalah teriakan orang-orang gila,” tulisnya.

Selain Al-Qur'an dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, objek penghujatan blog Bellarminus adalah rukun Islam. Blog Bellarminus membuat rukun Islam menjadi lima, yang semuanya berhubungan dengan persetubuhan beserta organ intim laki-laki dan perempuan, semuanya dipilih dengan kata-kata yang sangat jorok.
Dalam blog provokatif itu, penulisnya berterusterang bahwa dirinya adalah seorang Katolik yang pernah sekolah di Perguruan St Bellarminus.



Formasi Pedang Salib Di Masjid Al Barkah


alt
Kasus pelecehan Al Quran di SMAN 5 dan Blog Santo Bellarminus belum usai, muncul lagi penodaan yang tak kalah dahsyatnya. Alih-alih memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), umat Kristen mengadakan pawai mencatut Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi. Dengan klaim telah mendapat izin dari Walikota Mochtar Mohammad, dua puluhan peserta pawai berkostum Kristiani memasuki pelataran Masjid Agung Bekasi. Mereka menari-nari membuat formasi Pedang Salib.

Ceritanya, pada hari itu dengan Korlap Benny Tunggul, Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi  menyelenggarakan Karnaval antinarkoba yang dimulai dari GOR Bekasi menuju alun-alun, melewati Masjid Agung Al-Barkah, lalu finish di Kantor PMI Bekasi. Masalahnya, ketika mereka telah sampai di depan masjid kebanggan umat Islam Bekasi itu, dengan sangat berani dan menantang sejumlah orang peserta karnaval tersebut membuat formasi pedang salib dan mahkota paus bertempat di depan Masjid Al Barkah Bekasi. Padahal masjid terbesar di Bekasi ini adalah  simbol kewibawaan umat Islam se-Bekasi.

Sejumlah orang lainnya membawa tas sambil membagi-bagikan souvenir berupa gantungan kuci, cincin dan gelang karet bertanda mahkota salib dengan tulisan “Joel Generation.” Sementara di trotoar dekat pagar masjid, para peserta karnaval membagi-bagikan souvenir dan kue kepada siapa saja yang ditemuinya. Mereka mengucapkan “Semoga Bekasi sejahtera, Yesus baik.” Peserta pawai lainnya membawa ember warna emas berisi air. Wanita muda itu memercikkan air kepada orang-orang yang menonton pawai di pinggir jalan.
Bahkan ada juga seorang petugas masjid yang diperciki air dari kepala sampai kaki, seolah sedang melakukan ritual ‘baptis percik.’ Sejurus kemudian, petugas masjid yang tidak melakukan perlawanan  itu dipeluk dan didoakan oleh tiga orang.

“Seakan-akan mereka ingin membabtis gitu. Teman saya dicipratkan air di kepala, badan sampai kaki gitu. Lalu dipeluk sambil didoakan ama dia,” kisah seorang petugas masjid.

Tak ingin terjadi sesuatu yang melanggar akidah, maka para petugas masjid lainnya segera bertindak dengan menarik sang petugas sembari mengusir tiga orang Kristen yang dicurigai sebagai penginjil itu.
Belakangan diketahui bahwa karnaval Hardiknas yang mengatasnamakan BNK Bekasi itu ternyata ilegal. BNK dicatut oleh oknum bernama Benny Tunggul. Kasus ini juga telah dilaporkan ke sejumlah pihak di Bekasi, mulai dari kepolisian hingga Walikota. Tetapi tanggapan para pejabat itu tidak memuaskan umat Islam Bekasi. Padahal peristiwa itu jelas terjadi, saksi-saksi juga banyak. “Cuman tidak ada bukti foto mas”, ungkap seorang perwira intel kepada Suara Islam.
Kristenisasi Bekasi

Selain melakukan pelecehan dan penistaan agama secara ugal-ugalan, kaum palangis juga aktif melakukan apa yang disebut Kristenisasi, upaya membujuk umat lain masuk agama Kristen. Seperti dilansir situs Suara Islam Online, Ketua Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA) Bekasi, Abu Deedat Syihab mengatakan bahwa kegiatan Kristenisasi di Indonesia, terutama di daerah Bekasi, Jawa Barat bukanlah sekedar isu melainkan fakta dan realita.

Misi Kristenisasi dengan berbagai modus baru dikatakan oleh Abu Deedat sebagai hasil dari kongres para penginjil di Jepang pada tahun 2003. “Kongres itu memutuskan agar Kristenisasi dilakukan dengan cara  yang cerdas seperti ular dan tulus seperti merpati”, ungkapnya.

Buktinya, menurut pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini, Kristenisasi sudah dilakukan dengan modus kerjasama dengan pemerintah daerah dan kota. Bahkan kejadian terakhir di Bekasi dilakukan dengan mencatut nama Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi.

“Pada tahun 2008 mereka mengadakan Bekasi Berbagi Bahagia (BBB) dengan mencantumkan  logo pemerintah kota dan Yayasan Mahanaim. Pada tahun yang sama mereka juga melakukan upaya Kristenisasi dengan memanfaatkan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Monas”, paparnya. Menurut Abu Deedat, ada tiga point strategi kristenisasi, pertama, menjauhkan kaum Muslimin dari ajarannya. Kedua, menguasai dunia dengan menguasai ekonomi, politik, budaya dan media, dan ketiga, melatih dan mengutus missionaris.

Sementara Direktur Irena Center Hj. Irena Handono menegaskan bahwa Kristenisasi tak pernah padam. Berbagai cara dilakukan untuk menggerogoti akidah umat Islam dan membuatnya murtad. Kaum Kristen yang mendapat dukungan Barat berusaha agar umat Islam tidak lagi terikat dengan agamanya. Mereka ingin agar seluruh dunia menjadi Kristen.

Selaras degan itu, Majalah Time edisi 26 April 2010 melaporkan bahwa Kristen di kawasan Asia mengalami lonjakan luar biasa. Mengutip penelitian Pew Forum berbasis Washington, Kristen di Asia yang pada tahun 1971 hanya berjumlah 101 Juta, pada tahun 2005 sudah berjumlah 351.000.000.

Time juga melaporkan peningkatan luar biasa agama Kristen di Indonesia. Gereja tumbuh subur dimana-mana. Secara prosentase, perkiaraan jumlah umat Kristiani 10% dari jumlah penduduk, terlalu kecil. Kenyataannya bisa jauh lebih banyak dari itu. Sebagian besar pertumbuhan berasal dari Pentakosta dan konversi Injili, yang telah menyebarkan agama Kristen karismatik di seluruh dunia dan merupakan suatu alasan besar untuk memperkirakan bahwa pada tahun 2050 mayoritas Kristen akan tinggal di negara berkembang.

Umat Islam harus segera bertindak. Jika tidak, Bekasi akan menjadi kota Kristen. Bila para perusuh agama itu tidak segera ditangkap dan diadili, maka di Bekasi bisa terjadi perang agama. Mau?. (dari berbagai sumber)


Minggu, 12 Desember 2010

PROVOKATOR PENDETA MENGAKU SARJANA ISLAM

Mengaku Sarjana Islam, Pendeta Terbongkar Kedoknya

Bintaro (voa-islam.com) - Di kalangan Kristen, Pendeta Samuel Hermawan dikenal sebagai ahli islamologi mantan Muslim. Namanya mulai naik daun ketika Samuel menuliskan pengalaman rohaninya mengapa ia beralih meninggalkan Islam dan kini menjadi pendeta. Dalam testimoni berjudul “Yesus adalah Tuhan dan Raja,” Samuel menuliskan sbb:
“Saya dulunya dari muslim tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung. Saya ingin memberikan kekuatan untuk para sahabat sekalian orang-orang Kristen bahwa apa yang kalian sembah itu adalah benar-benar Tuhan dan Juruselamat. Yesus adalah Tuhan dan Raja sesuai yang tercantum dalam Al Quran, Hadist dan Injil.”
Dalam sebuah dialog Islam dan Kristen, dusta Pendeta Samuel terbongkar. Ternyata dia bukan mantan muslim, terbukti karena ia tidak bisa baca-tulis Al-Qur’an. Pengakuannya sebagai ahli islamologi lulusan pesantren dan Sarjana Islam lulusan STAIN Bandung, adalah kebohongan besar untuk memuluskan Kristenisasi.

Pendeta Samuel mengaku tamatan sebuah pesantren dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bandung...
Bermula ketika Indarwati, bukan nama sebenarnya, yang mempengaruhi kakak kandung, orang tua dan pamannya untuk masuk Kristen.
Empat tahun yang lalu, Indarwati menikah secara Islam dengan seorang pemuda. Seluruh keluarga Indar merestui pernikahan itu, karena beranggapan, sang mempelai pria itu adalah seorang Muslim yang taat beragama.
Belakangan, setelah Indar dikaruniai seorang anak, keluarganya baru tahu kalau suami Indar adalah seorang pendeta. Namun ia tidak mengaku pura-pura Muslim ketika menikah. Kilahnya, kekristenan itu ia terima setelah pernikahan. Kini, Indar sudah berganti iman menjadi aktivis gereja, mengikuti jejak suaminya. Bahkan seorang adiknya berhasil ditarik menjadi seorang Kristen.
Ketika Indar mempengaruhi Eddy, pamannya, untuk masuk Kristen,  terjadilah percekcokan ringan. Eddy paman adalah mantan aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia).
“Kamu ini, kok bisa-bisanya masuk Kristen dan ngajak-ngajak keluarga untuk masuk Kristen?” tanya sang paman.
“Ya.. karena sekarang saya tahu kalau Kristen itu jauh lebih baik dari Islam, paman,” jawab Indra santai.
“Siapa sebenarnya yang mempengaruhimu kok sekarang jadi seperti ini?” tanya sang paman lagi.
“Saya tidak dipengaruhi siapa-siapa, paman. Tuhan Yesus sendiri yang memanggil saya. Sekarang saya tahu bahwa Kristen itu kasih dan menyelamatkan,” terang Indra.
“Apa buktinya kalau Kristen itu menyelamatkan dan lebih baik dari Islam?” selidik sang paman.
“Saya tidak bisa menjelaskan secara detil, paman. Kalau Paman ingin tahu jawabannya, nanti saya panggil pendeta saya. Pendeta Samuel Hermawan adalah ahli islamologi, lulusan pesantren dan STAIN Bandung. Paman bisa bertanya sepuasnya tentang kekristenan kepada pak pendeta,” jawab Indra. Maka disepakatilah pertemuan dialog agama di rumah sang paman.
Ahad malam, 15 November 2009, di Bintaro diadakan pertemuan sederhana. Tapi sang paman tidak mau menghadapi sendiri. Karena penasaran, kok ada lulusan pesantren dan sarjana Islam yang bisa pindah iman, maka ia mengundang sanak saudara dan para tetangga. Tidak lupa, ia mengundang Insan Mokoginta Wenceslaus, ustadz yang mantan Kristen.
Pendeta Samuel Hermawan datang tidak sendirian. Ia itemani beberapa pendeta, pekerja gereja dan beberapa jemaat setianya. Dengan dandanan yang klemis dengan baju  batik coklat yang dikenakannya, ia tampil sangat percaya diri. Seluruh materi islamologi yang akan dipresentasikan sudah disiapkan dalam laptop dan infocus, lengkap dengan seorang wanita operatornya.Dialog dimulai pukul 8 malam, disaksikan lima puluhan pendengar dari kalangan Islam dan Kristen.
Setelah memperkenalkan diri, Samuel mulai menerangkan ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Puluhan ayat Al-Qur’an ditampilkan di layar infocus. Insan yang sudah tidak asing dengan makalah itu menyela, “Maaf Pak Pendeta, paparan yang anda tampilkan itu sebenarnya bukan pemikiran anda. Anda hanya mengutip brosur Kristen “Rahasia Jalan ke Surga” yang memakai nama penerbit palsu Dakwah Ukhuwah. Saya sudah menjawabnya dalam buku “Muallaf Membimbing Pendeta ke Surga” tahun 1999.
Meski tak bisa membantah bahwa presentasi makalahnya sama persis dengan brosur Dakwah Ukhuwah, Samuel kekeuh menyangkalnya, dan terus melanjutkan ceramah.
“Yesus alias Nabi Isa adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Al-Qur’an sendiri mengakui bahwa Yesus bisa menyembuhkan orang buta sejak lahir. Bahkan Yesus bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Mari kita renungkan. Selain Tuhan, siapa yang bisa memberi nyawa kepada orang mati. Karena Yesus bisa menghidupkan orang mati, maka dia adalah Tuhan,” jelasnya.
Insan membantah, “Saya tahu, ayat Al-Qur’an yang anda maksudkan adalah surat Ali Imran 49 dan Al-Ma’idah 110. Tapi ayat ini jangan dibaca sepotong saja. Bila dibaca secara utuh, seluruh mukjizat Nabi Isa itu selalu diiringi dengan kalimat ‘bi-idznillah’ yang artinya dengan seizin Allah. Jadi, seluruh mukjizat itu bukan karena kehebatan Nabi Isa, tapi karena izin dan pemberian Allah. Karenanya, yang menyembuhkan dan menghidupkan itu bukan Nabi Isa, melainkan Allah SWT,” katanya.Samuel tak dapat membantah argumen ini, lalu beralih ke pembicaraan lain. Ia menyatakan bahwa menurut Injil Lukas, tidak semua perbuatan Yesus ditulis dalam Injil. Karena tidak ada kitab yang bisa memuat seluruh ajaran Yesus.
“Tolong Pak Pendeta baca, Injil Lukas yang anda maksud tersebut!” tanya Insan menimpali. “Wah, saya tidak hafal ayatnya, Pak,” jawabnya singkat.“Tolong pendeta yang lain atau jemaat membaca Injil Lukas yang dimaksud,” tanya Insan kepada jemaat Kristen. Karena tak mendapat jawaban apapun dari pihak Kristen, maka Insan menjawab pertanyaannya sendiri.“Sebetulnya, ayat yang dimaksudkan Pendeta Samuel itu bukan Injil Lukas, tapi Injil Yohanes 25:21. Kalau tidak percaya silakan baca ayat tersebut,” Insan mempersilakan. Jemaat pun membaca ayat yang dimaksud, ternyata betul. Mereka semakin gusar.
Ternyata Sarjana Islam Gadungan
Ketika ingin membuktikan ketuhanan Yesus sebagai orang yang tahu hari kiamat, Samuel mengutip terjemahan Al-Qur’an surat Luqman ayat 34: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat.”Penasaran dengan banyaknya kutipan ayat yang hanya dibaca terjemahannya saja, Insan minta Samuel untuk membaca nas Arabnya.
Nyalinya runtuh ketika dites membaca nas Arab Al-Qur'an. Ternyata Pendeta itu bukan lulusan pesantren karena tidak tahu baca-tulis huruf Arab...
“Pak Pendeta, dari tadi anda hanya membaca terjemahan ayat tanpa membaca nas Arabnya. Anda kan ngaku lulusan pesantren dan sarjana Islam, tolong baca nas Arabnya!” pintanya.
Tak disangka, permintaan Insan ini meruntuhkan nyali sang pendeta. Beberapa menit ia hanya memandangi presentasi di layar in focus. Mulutnya terkatup, sesekali ia memandangi jemaatnya, dan sesekali menundukkan wajahnya yang mulai memucat.
Jemaat dan para pendeta yang hadir pun nampak gusar, malu dan salah tingkah di hadapan puluhan hadirin Muslim. Pendeta Samuel Hermawan yang selama ini mereka elu-elukan sebagai ahli islamologi, lulusan pesantren dan sarjana Muslim, ternyata tak lebih pintar dari siswa TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an). Sementara hadirin dari pihak Islam sebagian tertawa, sebagian geleng-geleng dan sebagian bertepuk tangan. Mereka terheran-heran terhadap Samuel Hermawan yang ditokohkan dan dihormati di gereja, padahal mereka selama ini dicekoki dengan kesaksian dusta.
“Pak Samuel ini aneh sekali. Bagaimana bisa jadi pendeta dan mengaku ahli islamomogi? Padahal anda tidak menguasai Bibel dan tidak paham Al-Qur’an? Mana mungkin anda bisa memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk kepentingan kristenisasi, padahal anda tidak mengerti baca-tulis Al-Qur’an? Tolong anda beragama yang jujur saja, jangan menipu jemaat” kata Insan menasihati.
Situasi dialog jadi tidak imbang, Insan yang jauh di atas angin, seperti dosen menceramahi anak SD. Tepat pukul 10 malam acara diakhiri, tuan rumah mempersilakan seluruh hadirin untuk menikmati makan malam yang sudah disediakan secara mewah. Terlanjur malu, Pendeta Samuel dan seorang pendeta lainnya buru-buru pamitan pulang meninggalkan para jemaatnya yang sudah membaur bersama hadirin lainnya di meja hidangan.
Seorang peserta yang sangat kecewa terhadap Pendeta Samuel berkomentar, “Katanya lulusan pesantren dan sarjana Islam, gak tahunya seperti ayam sayur,” kata pria berusia 60 tahun yang datang jauh-jauh dari Depok, Jawa Barat. Ternyata Pendeta Samuel adalah "Drs" alias durung rampung sekolah, toh. 

SUMBER :

[taz/voa-islam]










Baca juga berita terkait:
  1. Bahaya!! Sinterklas Bisa Tularkan Flu Babi.
  2. Jelang Natal, Iklan Bugil di Gereja Bikin Heboh
  3. Aneh, Hadiah Natal bagi Keluarga Kristen yang Mau Bercera.
  4. Mengaku Sarjana Islam, Pendeta Terbongkar Kedoknya.
  5. Jangan Kaget! Bocah Kristen 4 Tahun Sudah Bisa Merampok dan Doyan Miras.
  6. Kontroversi Natal: Kebohongan Sinterklas, Sosok Pemalas
  7. Gereja Katolik Minta Maaf atas Wabah Pelecehan Seksual Pastur terhadap Anak-anak.
  8. Gereja Episkopal Calonkan Dua Pendeta Gay Sebagai Uskup.
  9. Kristenisasi di Indonesia: Dari Pendidikan Hingga Mistik.
  10. Pendeta Bajak Pesawat, Ngaku Dapat Wahyu Tuhan.

USKUP DAN KARDINAL SAMA PEMBOHONG DAN PROVOKATORNYA

Soal Gereja Albertus Bekasi:

Uskup Agung bohong di Jemaat Misa Natal

JAKARTA (voa-islam.com) - Uskup Agung Yulius Kardinal Darmaatmadja dalam pesan natalnya menyesalkan Gereja stasi Albertus di Bekasi yang dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu disampaikan pada acara misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (25/12/2009).

"Ketika Gereja stasi Albertus yang sedang dibangun, pada malam hari raya Muharam atau 1 syuro atau malam tanggal 18 Desember didatangi ratusan orang yang tidak bertanggungjawab merusak Gereja yang sedang dalam proses pembangunan," demikian pesan Romo Kardinal sebagaimana dilansir dalam detiknews.com berjutul "Uskup Agung Prihatin Gereja Bekasi Dirusak."
Berita yang sama juga diwartakan oleh portal berita okezone.com berjudul “Uskup Agung Sesalkan Pengrusakan Gereja di Bekasi”   dan vivanews.com berjudul “Uskup Agung Prihatin Kasus Gereja di Bekasi.” 

Bila portal detik.com, vivanews.com dan okezone.com tidak salah kutip, maka menurut hemat kami, pernyataan Uskup Agung bahwa gereja Santo Albertus dirusak orang tak bertanggungjawab itu patut dipertanyakan karena beraroma kebohongan.
..pernyataan Uskup Agung bahwa gereja Santo Albertus dirusak orang tak bertanggungjawab itu patut dipertanyakan karena beraroma kebohongan...
Pertama, Uskup Agung menyebut “Ratusan orang yang tidak bertanggungjawab merusak gereja.” Pernyataan ini  tidak berdasar sama sekali dan cenderung provokatif. Faktanya, gereja yang sejak awal pendiriannya mendapat penentangan warga Bekasi itu hingga kini masih berdiri kokoh. Tak ada bagian gereja yang tergores, terjilat api apalagi mengalami kerusakan berat. Fakta ini penulis saksikan dengan mata kepala esok hari setelah insiden malam tahun baru terjadi.

Kedua, Pernyataan Romo Kardinal tentang adanya “gereja yang dirusak,” membuktikan bahwa Romo Kardinal belum melihat langsung ke gereja yang dimaksud, melainkan hanya mendengar berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Romo Kardinal juga membesar-besarkan masalah dan menihilkan keberadaan Kapolres Metro Bekasi. Pascainsiden malam tahun baru, Kapolres Metro Bekasi AKBP Imam Sugianto membantah terjadi pembakaran gereja Katolik Santo Albertus di perumahan Harapan Indah, Bekasi. Menurutnya yang dibakar bukan gerejanya, tapi hanya bedeng pekerja kuli bangunan gereja itu.
"Saya tidak setuju kalau disebut pembakaran gereja. Karena bukan gereja yang dibakar, tapi bedeng tempat pekerja dan kantor pekerja konstruksi. Kalau gerejanya sudah 60 persen jadi, itu tidak dibakar," kata Imam dalam Tempo Interaktif,  Ahad (20/12/2009).
..Romo Kardinal juga membesar-besarkan masalah dan menihilkan keberadaan Kapolres Metro Bekasi..
Ketiga, Pernyataan Romo Kardinal tentang adanya “orang tidak bertanggung jawab” dalam insiden tersebut, jelas membuktikan bahwa Romo Kardinal tidak mengetahui permasalahan dengan jelas dan jernih. Faktanya, pasca insiden tahun baru itu, polisi mengamankan 33 orang yang dicurigai sebagai pelaku. Karena tak cukup bukti, ke-32 orang itu dilepaskan, dan hanya satu orang yang ditahan, yaitu Ahmad Rosidi alias Jagur, warga Babelan. Jagur hingga kini masih ditahan polisi karena mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga melakukan tindak pidana.

Untuk itu, kami akan bersuka cita kepada Romo Kardinal Yulius Kardinal Darmaatmadja selaku Uskup Agung, bila beliau mempertimbangkan masak-masak segala pernyataan di hadapan jemaatnya. Janganlah memperkeruh suasana “konflik” antarumat beragama dengan pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta dan data. Karena segala ucapan yang berbeda dengan realita adalah sebuah kedustaan. Dan kedustaan adalah sikap yang tidak terpuji menurut semua agama.
Janganlah memperkeruh suasana “konflik” antarumat beragama dengan pernyataan-pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta dan data. Karena segala ucapan yang berbeda dengan realita adalah sebuah kedustaan...
Menurut Al-Qur’an, dusta adalah salah satu tanda orang munafik (Al-Munafiqun 1). Orang yang mengadakan kebohongan adalah pendusta yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (An Nahl 105) yang diancam dengan wail (kecelakaan) dan siksaan yang pedih (Al Baqarah 10, Al-Jatsiyah 7).

Mari kita jauhi segala dusta, karena tindakan dusta itu tidak akan memasyhurkan nama Tuhan. Bukankah  Alkitab (Bibel) juga mengecam dusta sebagai tindakan yang harus dijauhi (Keluaran 23:7, Ulangan 5:20, Imamat 19:11) yang melanggar kekudusan nama Tuhan (Imamat 19:12) dan merupakan suatu dosa (Yesaya 5:18). Jika penginjil berdarah Madura ini tidak berhenti dari dustanya, maka Yesus akan mengecamnya sebagai “hamba iblis” (Yohanes 8: 44)? Bukankah kedustaan adalah kekejian dan dosa di mata Tuhan?
“Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan” (Amsal 12:22).
“Celakalah mereka yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan dosa” (Yesaya 5:18).
[Mulyadi Abdul Gani, Wakil Sekretaris Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, email: mulyadi.abdulgani@gmail.com]

BLOG & WEBSITE PROVOKATOR MASIH DIBIARKAN PIHAK TIFATUL SEMBIRING

Membedah Blog Kafir (1): Islam Adalah Geng Pemuja Setan dan Pembunuh Manusia?

GENG Walan Tardho semakin ganas dalam melecehkan Islam. Puluhan website dan blog gratisan jadi panggung penghujatan Islam. Tantangan besar bari para blogger dan hacker Muslim. Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) harus cepat bertindak.

Orang tak beragama saja jijik membaca kata-kata kotor para penghujat Islam itu. Salah satu blog yang isinya penuh dengan kata-kata tengik adalah blog beridentitas “The Gengster of Mohamed” dengan alamat: http:www.geng####.###.com. Untuk menghindari dampak negatif yang tidak diinginkan, alamat situs ini sengaja kami samarkan.

Dalam header blog tertulis kalimat yang sangat menantang, terang-terangan menyebut Islam sebagai sebuah geng pemuja setan: “The Gengster of Mohamed, Satanic Cult: Geng Pemuja Setan yang Berpusat di Ka’bah."

Sayangnya, pemilik blog gratisan itu sama sekali tidak mencantumkan identitasnya. Ia hanya mencantumkan sebuah email di yahoo dengan account Alisina yang tak jelas batang hidungnya.
..Dalam header blog mereka terang-terangan menyebut Islam sebagai sebuah geng pemuja setan: “The Gengster of Mohamed, Satanic Cult: Geng Pemuja Setan yang Berpusat di Ka’bah...
Tidak dicantumkannya identitas ini menunjukkan bahwa pemilik blog ini tidak yakin dengan kebenaran materi blog yang ditulisnya. Atau pemilik blog yakin bahwa konten blog tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan secara agama, moral maupun hukum.

Karena pemilik blog tidak mencantumkan nama anggota maupun institusinya, berarti dia mempersilahkan pengunjung blog untuk memberikan nama apa saja. Maka dalam artikel ini, kita sebut saja pemilik blog penghujat Islam itu sebagai ” Geng Walan Tardho.”

Seharusnya, jika Geng Walan Tardho itu jeli, gaya penyiaran agama dengan cara-cara kotor ini sebetulnya sama sekali tidak menguntungkan dirinya, hanya jadi bumerang terhadap agamanya. Karena dengan cara-cara yang kotor, tak bermoral, dan pengecut, maka otomatis orang  akan menilai bahwa agama yang sedang dianut dan disebarkan oleh pemilik blog penghujatan tersebut adalah agama kotor dan tak bermoral yang mengajarkan kebencian.

TANGGUNGJAWAB MENKOMINFO TIFATUL SEMBIRING

Situs blog anti-Islam di dunia maya ini bukan yang pertama kalinya, tapi sudah berulang-ulang sejak lama. Hal itu tentunya memprovokasi stabilitas keamanan Indonesia, yang mayoritas warganya memeluk agama Islam. Untuk mencegah instabilitas keamanan negara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, harus bertanggung jawab.

"Tanggung jawab ada pada Menteri Kominfo. Pak Tifatul Sembiring harus bertanggung jawab," kata Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath.

Lebih lanjut, Muhammad mengatakan, pembuat situs provokatif itu harus segera dilacak identitasnya, dan diberi hukuman yang sesuai.

"Mestinya aparat keamanan segera melacak itu, pembuat situs itu mudah lah dilacak. Saya yakin penegak hukum mampu mengatasi itu," ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Sekretaris MUI Pusat, Asrorun Niam menyatakan, pemerintah harus memblokir situs blog penghujat Islam, agar tidak dapat diakses. Tidak hanya itu, pemerintah harus menindak siapa pelakunya.
...Tanggung jawab ada pada Menteri Kominfo. Pak Tifatul Sembiring harus bertanggung jawab. Pemerintah jangan diam saja, harus proaktif mengawasi, mencegah, dan menindak...
"Pemerintah jangan diam saja, harus proaktif mengawasi, mencegah, dan menindak hal seperti itu," katanya.

Niam mengaku telah mengetahui dan membaca isi yang ada di blog tersebut. Di samping permasalahan agama, di dalamnya juga ada mengemukakan persoalan sosial.

”Hal seperti inilah yang bisa menimbulkan gesekan di masyarakat,” sambungnya.

Karena itu, tegas Niam, negara harus berperan menjaga situasi, agar tidak terjadi saling fitnah. Selain itu, tidak boleh ada seseorang yang mengatasnamakan kebebasan, malah menyebabkan disharmoni.

"Tindakan blokir merupakan tindakan preventif yakni mencegah. Tetapi di luar itu, harus ditelusuri siapa yang membuatnya. Harus efek jera, agar tidak terulang kembali," pungkasnya.

ISLAM DITUDING SEBAGAI GENG PEMUJA SETAN

Meski tak dapat dipastikan identitas penulis blog penghujatan, tapi dengan dari persamaan style dengan belasan blog serupa lainnya, dengan mudah kita bisa menebak, bahwa ideologi pemilik blog.  Mereka adalah menganut kitab suci yang mengajarkan slogan ”Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah aku harapkan, api itu menyala!” dan slogan “aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pertentangan.” Salah satu api pertentangan yang dilemparkannya adalah tulisan blog sbb:
”Banyak orang mengira Islam adalah sebuah agama.  Tetapi yang benar Islam bukan agama.  Islam adalah sebuah geng, yang pimpinannya bernama Nabi Muhammad SAW. Para pengikutnya... menganggap Nabi Muhammad SAW adalah makhluk setengah dewa, yang begitu sakral, sangat sempurna dan wajahnya paling ganteng sedunia.

Geng ini dapat terus eksis karena menyamar sebagai agama.  Sang pemimpin geng mengaku diutus oleh ”tuhan” bernama Allah untuk menaklukkan dunia di bawah pemerintahan Islam.  Kita harusnya mengerti, bahwa tidak mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana mengutus seorang bejat moral dan penjahat gila, yang isi otaknya cuma seks, harta dan kekuasaan. 

Di samping itu, Tuhan adalah Penguasa Alam Semesta, Tuhan tidak perlu berambisi  menaklukkan dunia, sebab Alam Semesta ini memang milik-Nya.  Lalu siapakah gerangan sosok yang ingin menguasai dunia ini, yang dengan gaya preman dan nafsu haus darahnya menggebu-gebu ingin mengontrol dunia di bawah 1 kalifah?  Tentu saja ini bukan cita-cita Tuhan, melainkan cita-cita Iblis.  Tuhan sudah menguasai dunia ini, jadi untuk apa Dia ingin menguasainya lagi?  Iblis/Setan-lah yang ingin merebut dunia ini.  Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang.

Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya.

Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”
...Seluruh tulisan itu tak satu ”iota” pun yang bisa dibenarkan...
Semua yang diuraikan Geng walan tardho itu bertolak belakang dengan fakta baik fakta hukum (dalil) maupun realita. Seluruh tulisan itu tak satu ”iota” pun yang bisa dibenarkan,  berikut ini bantahannya:

Islam bukan agama tapi sebuah geng?

Tuduhan Alisina bahwa Islam bukan agama tapi geng, sangat tidak berdasar sama sekali. Dalam buku manualnya (Al-Qur’an), jelas disebutkan bahwa Islam adalah agama (din):

“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam” (Qs. Ali Imran 19).

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (Qs. Ali Imran 85).

Eksistensi Islam sebagai sebuah agama ini juga diakui oleh para teolog non Kristen, misalnya Pendeta Dr R Soedarmo, pakar dogmatika Kristiani alumnus universitas teologi Belanda. Soedarmo adalah teolog terkemuka di Indonesia. Wawasan teologinya dibesarkan dan dipupuk di mancanegara: kuliah S1 di universitas Vrije Universiteit Belanda tahun 1938-1943 dan S2 di universitas yang sama tahun 1955-1957. Setelah tamat dari kuliah selama 7 tahun di Belanda, Soedarmo pulang ke Indonesia menjadi pendeta di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Salatiga, dosen di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), dosen Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, anggota Badan Pengurus Dewan Gereja Indonesia (DGI, sekarang diganti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia–PGI), ketua seksi Perjanjian Lama LAI, dan lain-lain.
...Eksistensi Islam sebagai sebuah agama ini juga diakui oleh para teolog non Kristen, misalnya Pendeta Dr R Soedarmo, pakar dogmatika Kristiani alumnus universitas teologi Belanda...
Apa kata pendeta terpelajar lulusan Belanda ini tentang Islam? Apakah ia mengatakan bahwa Islam bukan agama tapi geng? Bacalah buku “Ikhtisar Dogmatika” yang ditulisnya. Pendeta Soedarmo justru menyatakan bahwa Islam adalah sebuah agama. Bahkan bukan sebagai agama biasa, melainkan agama yang bercorak rasionalitas akal-budi. Pendeta Soedarmo menulis:

“Agama Islam bercorak rasionalitis, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti” (halaman 114).

Jika kitab suci dan para ahli mengakui Islam sebagai agama (din), maka tuduhan Geng Walan Tardho bahwa Islam bukan agama melainkan sebuah geng, sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Nabi Muhammad manusia setengah dewa?

Tuduhan Geng Walan Tardho bahwa umat Islam memuja Nabi Muhammad sebagai makhluk setengah dewa juga kebohongan besar. Ajaran Islam baik yang tertuang dalam Al-Qur’an maupun hadits, tak satu ayat pun yang mengajarkan bahwa Muhammad adalah manusia setengah tuhan atau setengah dewa.

Umat Islam hanya meyakini Nabi Muhammad sebagai hamba dan rasul Allah yang terakhir (Qs Al-Ahzab 40) yang risalahnya berlaku untuk seluruh umat manusia (Qs Al-Anbiya 107). Sebagai nabi yang terakhir, beliau adalah manusia pilihan yang patut dijadikan suri tauladan atau ”uswatun hasanah” (Qs. Al-Ahzab 21). Sebagai nabi terakhir, keberadaan Muhammad SAW juga tidak dipisahkan dari para nabi sebelumnya, karena semua nabi memiliki keterkaitan misi (hadits muttafaq ’alaih).

Umat Islam tak ada satu pun yang memuja nabi Muhammad sebagai manusia setengah dewa, karena umat Islam beriman kepada semua nabi tanpa membeda-bedakan antara nabi yang satu dengan nabi yang lainnya.

”Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya” (Qs Al-Baqarah 285).
...Keyakinan adanya nabi yang menjadi manusia setengah tuhan  atau setengah dewa (inkarnasi) bukan milik Islam, tapi milik agama lain yang terkontaminasi kepercayaan pagan...
Nabi Muhammad sendiri seumur hidupnya tidak pernah mengajarkan kepada umatnya bahwa beliau adalah manusia setengah dewa. Mengenai identitas, beliau hanya mengajarkan 4 nama. Dari empat nama itu tidak ada nama manusia setengah dewa. Perhatikan hadits berikut:
Dalam hadits riwayat Jubair bin Muth'im RA, Nabi SAW bersabda: "Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (penghapus), yang karena aku dihapuskan kekufuran. Aku adalah Al-Hasyir (pengumpul), di mana seluruh manusia akan dikumpulkan sesudahku. Aku adalah Aqib dan Aqib adalah nabi yang tidak akan ada lagi seorang nabi sesudahnya" (HR Muslim).
Keyakinan adanya nabi yang menjadi manusia setengah tuhan  atau setengah dewa (inkarnasi) bukan milik Islam, tapi milik agama lain yang terkontaminasi kepercayaan pagan.

Islam geng pemuja setan?

Tudingan  Islam sebagai geng pemuja setan pun bertolak belakang dari ajaran Islam. Justru Islam adalah agama yang sangat keras dalam memusuhi syaitan. Salah satu ayat terkenal adalah perintah Allah untuk menjadikan setan sebagai musuh abadi.

”Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (Qs Al-An’am 142).

Karenanya, umat Islam disyariatkan untuk berta’awudz (minta perlindungan kepada Allah dari godaan setan).

Salah satu tabiat setan adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama umat manusia, dan menghalangi manusia dari mengingat Tuhan (Qs Al-Ma’idah 90-91).

Karena karakter blog milik Geng Walan Tardho adalah menimbulkan permusuhan dan kebencian, maka menurut ayat di atas, berarti merekalah pengikut setan sejati. Mereka adalah musuh yang nyata semua umat beragama.

Target Islam adalah membunuh sebanyak-banyak manusia?

Tulisan Geng Walan Tardho yang paling keji adalah tuduhan terhadap Islam sebagai geng pemuja setan karena ingin membunuh orang sebanyak-banyaknya, dengan tuduhan sbb:
”Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang. Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya. Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”
Tudungan ini tak akan pernah terbukti kebenarannya sampai kapan pun, karena tidak sesuai dengan kenyataan dan ajarannya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang sangat menjujung tinggi hak hidup manusia. Karena Allah SWT mengajarkan dalam kitab-Nya yang mulia, bahwa “menghilangkan nyawa manusia satu orang saja tanpa alasan yang haq, maka ia seolah-olah telah membinasakan seluruh manusia. Sebaliknya, menjaga kehidupan satu saja jiwa manusia saja seolah-olah ia telah menjaga kehidupan seluruh manusia.

”...Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi” (Qs. Al-Ma’idah 32).

Untuk mencegah tindak kriminalitas pembunuhan, Islam menetapkan hukuman qishas di dunia, terhadap orang yang melakukan pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan: ”... Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh...” (Qs Al-Isra’ 33).

Larangan dan kecaman Islam terhadap pembunuhan, semakin keras dengan ancaman azab Allah Ta’ala bagi pembunuh, yaitu azab Jahannam yang kekal abadi: ”Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya” (Qs An-Nisa’ 93).
...Islam sama sekali tidak mengajarkan pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya sebagai target keberhasilannya. Sebaliknya, sebuah nyawa manusia yang masih bayi pun sangat dihormati hak hidupnya...
Sama sekali tidak ada ajaran pembunuhan massal dalam Islam. Bahkan nyawa anak-anak termasuk anak-anak yang masih bayi pun sangat dihormati Islam. Islam melarang membunuh anak-anak dengan alasan apapun, termasuk dengan alasan materi:

”Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar” (Qs Al-Isra’ 31).

Dengan ayat yang melarang pembunuhan terhadap anak-anak dan kecaman sebagai dosa besar, secara otomatis tertolaklah tuduhan Geng Walan Tardho bahwa tujuan Islam adalah membunuh manusia sebanyak-banyaknya. Islam sama sekali tidak mengajarkan pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya sebagai target keberhasilannya. Sebaliknya, sebuah nyawa manusia yang masih bayi pun sangat dihormati hak hidupnya.

Geng Setan itu Ajaran Al-Qur’an ataukah Bibel?

Geng Walan Tardho dalam blognya menjadikan pembunuhan manusia sebagai tolok ukur bahwa itu adalah pemuja setan. Lantas mereka menuduh Islam sebagai geng pemuja setan karena target Islam adalah pembunuhan manusia sebanyak-banyaknya. Perhatikan lagi tudingan Geng Walan Tardho berikut:
”Ya, Islam adalah geng pemuja Setan.  Itu sangat nampak terlihat dari sepak terjang mereka, mulai dari zaman Nabi Muhammad SAW hingga zaman sekarang. Perbedaan nyata Tuhan dengan Setan: Tuhan ingin menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya, sedangkan Setan ingin membunuh sebanyak-banyaknya. Di sisi lain, Islam ingin mendapatkan pengikut sebanyak-banyaknya, agar kekuatan Islam bertambah.  Dan orang yang menolak bergabung dalam geng Islam atau orang yang dengan terang-terangan memusuhi geng Islam, akan dibunuh.”
Tudingan terhadap Islam sebagai agama yang mengajarkan pembunuhan sebanyak-banyak manusia telah terbantah pada pembahasan sebelumnya.

Sebaliknya, mari kita terapkan tolok ukur Geng Walan Tardho itu terhadap rasul umat Kristiani yaitu Paulus dalam Bibel. Perhatikan apa yang dilakukan oleh Paulus dalam Alkitab (Bibel):

“Sementara itu berkobar-kobar hati Paulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem” (Kisah Para Rasul 9: 1-2).

Dengan tolok ukur yang dibuatnya, apakah Geng Walan Tardho itu menuding Paulus, rasulnya umat Kristiani itu sebagai nabi pemuja setan yang sejati?

Bagaimana pula  analisa Geng Walan Tardho terhadap perbuatan Tuhan dalam Bibel, bahwa Tuhan balas dendam dengan memerintahkan untuk membunuh dan menumpas segenap rakyat tanpa rasa belas kasihan, dengan mata pedang, baik laki-laki, perempuan, anak menyusui, maupun binatang ternak (1 Samuel 15:1-11)? Apakah mereka juga menuduh Tuhan dalam Bibel adalah tuhan pemuja setan?
...Dengan ayat-ayat Bibel tersebut, mengapa Geng Walan Tardho tidak menulis dalam blognya bahwa berdasarkan ayat ini, maka Tuhan dalam Bibel itu pemuja setan karena melakukan pembunuhan masal...
(2) Beginilah firman Tuhan semesta alam: Aku akan membalas apa yang dilakukan orang Amalek kepada orang Israel, karena orang Amalek menghalang-halangi mereka, ketika orang Israel pergi dari Mesir. (3) Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai”.... (7) Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir. (8) Agag, raja orang Amalek, ditangkapnya hidup-hidup, tetapi segenap rakyatnya ditumpasnya dengan mata pedang. (9) Tetapi Saul dan rakyat itu menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, pula anak domba dan segala yang berharga: tidak mau mereka menumpas semuanya itu. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpas mereka. (1 Samuel 15:2-9).

Dengan ayat-ayat Bibel tersebut, mengapa Geng Walan Tardho tidak menulis dalam blognya bahwa berdasarkan ayat ini, maka Tuhan dalam Bibel itu pemuja setan karena melakukan pembunuhan masal?

Penutup

Dalam pandangan Islam, tuduhan Geng Walan Tardho bahwa Islam sebuah geng itu tidak hanya menghina umat Nabi Muhammad saja. Tapi juga melecehkan semua nabi Allah. Karena semua nabi adalah  Muslim. Nabi Ibrahim adalah muslim (Qs. Ali Imran 67), Nabi Yakub juga muslim (Qs. Al-Baqarah 132-133), Nabi Luth muslim (Qs. Adz-Dzariyat 36), Nabi Yusuf juga muslim (Qs. Yusuf 101), Nabi Sulaiman muslim (Qs. an-Naml 31). Bahkan Nabi Isa dan para peingikutnya pun Muslim (Qs. Ali Imran 52).

Terhadap Geng Walan Tardho yang membuat blog penghujatan terhadap Islam tersebut, pemerintah khususnya Menkominfo Tifatul Sembiring harus mengambil tindakan tegas dan cepat, bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. Blokir blognya, usut dan adili pembuat blognya. Jika tidak, maka bisa menimbulkan gesekan antarumat beragama yang berujung pada konflik.

Tindakan pemerintah sangat diperlukan supaya rakyat yang mayoritas Muslim di negeri ini tidak melakukan tindakan antisipasi sendiri-sendiri. Jika pemerintah diam saja, maka selamat berjihad para blogger dan hacker Muslim. Allahu Akbar!! 

SUMBER :
[taz/voa-islam.com]