Tampilkan postingan dengan label PENIPUAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENIPUAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2013

http://www.ctiventure.com adalah PENIPU

PT. Gracia Invexindo memang pernah ada,
tapi adalah perusahaan kecil bidang mesin di Jakarta Utara
dan bagaimana bisa http://www.ctiventure.com membawa nama perusahaan tersebut ?
Bisnis yang yang mengaku bekerja dibidang Explorasi Batu Bara ini adalah Penipu,
dan setelah Kami selidiki,
http://www.ctiventure.com ada hubungan dengan Profitclicking.com dan Uinvest.com
Ulasan lengkap sedang disiapkan..
Silahkan juga dibaca disini..
http://ctiventurepenipu.wordpress.com/2012/11/18/website-resmi-cti-venture
Isi website antara lain :
Sekarang mohon dibuka website resmi cti venture. www.ctiventure.com
dan apa yang anda temukan ketika pertama kali membukanya?
Muncullah PT Gracia Invexindo, sebuah perusahaan yang berdiri sejak 5 Agustus 2003.
Jadi sudah 9 tahun.
Lho, ini website cti venture atau Pt. Gracia Invexindo?

Perusahaan sebesar ini, kenapa PT GI tidak punya website sendiri?
Sekarang ini, website resmi adalah suatu keharusan bagi setiap perusahaan swasta.
Cobalah google PT Gracia Invexindo. Tidak ada website resminya.
Apakah ini bukan keanehan?

Cobalah liat “Board of Director” tab. Bukankah seharusnya ditulis ” Board of Directors”?
Foto foto para direktur juga dibikin sangat amatir.
Kampungan banget.
Sangat tidak cocok dengan kondisi sebuah perusahaan
yang sudah menghimpun dana milyaran rupiah dari para investornya.
Apa apaan ini?

Perusahaan sebesar ini hanya dijalankan oleh 5 orang direktur.
Tidak ada pegawai lain lagi. Lowongan kerja juga tidak ada.
kalau memang perusahaannya berkempang pesat, kenapa tidak ada penambahan tenaga kerja baru?

Selasa, 18 Desember 2012

SMS dari PENIPU 081807376588

Hari ini Admin dapat SMS dari Penipu,

ternyata setelah di browsing seorang Perempuan

Silahkan dilihat, didapat dari situs http://www.jodohnikah.com

Ternyata lagi cari JODOH, alamak,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

dan ada kerja sama dengan 0832 4960 1868




Jumat, 22 April 2011

DUSTA DIBALIK TERAPI SEDOT RACUN DENGAN RENDAM KAKI





“ Hasil Penelitian berbagai Labor Ilmiah Dunia, Universitas Indonesia.. Universitas Erlangga dll “

Ray Girvan pada tulisannya "Dodgy Detox" menyimpulkan bahwa semua ini hanyalah sebuah reaksi elektrolisis, suatu topik yang umum pada praktikum anak-anak SD/SMP. Warna merah kekuning-kuningan tersebut adalah besi yang telah teroksidasi yang berasal dari elektroda alat tersebut. Bukanlah suatu kebetulan jika elektroda alat ini perlu diganti dari waktu ke waktu.
Ben Goldcare dari The Guardian melakukan sebuah penelitian kecil untuk menganalisis kandungan zat air sebelum proses detox dan setelahnya. Kandungan besi setelah 'terapi' melonjak sangat tinggi jika dibandingkan sebelumnya. Selain itu, tidak ditemukan urea dan kreatinin pada sampel yang dianalisis, menandakan tidak ada racun yang keluar dari tubuh.
Alat ini pun masuk dalam DeviceWatch.org, sebuah situs yang khusus membahas alat-alat medis yang dipertanyakan kebenarannya. Dalam situs ini, Stephen Barrett, M.D. menyimpulkan bahwa alat-alat ini secara medis tidak berguna.
Talkabouthealthnetwork.com bahkan mengatakan bahwa terapi detox kaki juga memiliki resiko karena reaksi ini melepaskan gas Klorin yang beracun dan Hidrogen yang mudah terbakar. Berhati-hatilah jika menggunakan alat ini. Jangan gunakan alat detoks kaki pada ruangan tertutup karena gas berbahaya akan terkonsentrasi. Atau lebih baik lagi, jangan gunakan alat ini.
Mungkin karena Undang-undang perlindungan konsumen yang cukup baik di negara-negara maju, Ray Girvan dalam tulisannya "Bad Science and rusty footbath revisionism" mengatakan bahwa beberapa produsen 'alat-alat' tersebut merevisi klaim bahwa 'racun' berwarna merah kekuning-kuningan tersebut berasal dari dalam tubuh peserta terapi. Kini mereka mengatakan bahwa warna tersebut berasal dari elektroda pada alat tersebut. Walaupun demikian tentunya manfaat dari alat ini masih belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Bagaimana di Indonesia?
Saya lihat Indonesia belum memasuki 'tahapan' tersebut, mungkin karena perlindungan konsumen yang sangat lemah. Produsen alat-alat tersebut masih bebas mengklaim hal-hal yang jelas-jelas tidak benar.
 Klinik terapi detoks atau sedot racun tubuh kini semakin menjamur di berbagai kota besar di Indonesia.
Tapi berdasarkan penelitian alat itu hanya elektrolisa air dan warna yang keluar bukan racun. Sangat penting untuk memahami bahwa air akan berubah warna meskipun jika alat dioperasikan tanpa kaki berada di dalam air.
Dasar perubahan warna adalah  hasil reaksi dari seluruh variable/perubah dalam air dan elektroda. Perubahan warna akan berbeda dalam kaitannya dengan partikel dan komponen kimia air. Tubuh kita mengandung 70% air, dan kita membutuhkan air dalam setiap detik.   Kation dalam tubuh kita akan tampak sama karena racun mendominasi di daerah tertentu. Tambahkan sedikit garam dalam air dan rendam kaki ke dalamnya. Kombinasi air, metal dan garam akan memproduksi perubahan warna ringan, sebagaimana objek di  dalam air bahkan tanpa mencelupkan kaki ke dalamnya. Air tidak membantu terjadinya substansi, bahkan jika sebaliknya dilakukan dengan memasukkan kaki ke dalam air, hal ini akibat perbedaan kualitas air dan garam. Alat akan menetralisir kation di dalam air sebagaimana juga proses penetralan kation dalam tubuh.. Flek hitam dapat diakibatkan oleh logam berat di air rendaman sebagaimana penurunan logam pada elektroda. Pengalaman dan pengamatan yang didiskusikan diatas akan membantu Anda menentukan apa yang berasal dari perawatan seseorang dan apa yang berasal dari elektroda. Semakin aktif pergerakan dalam substansi mineral, maka semakin aktif proses ionisasi.  
Warna disebabkan oleh reaksi kimia air, garam dan elektroda. Seluruhnya adalah efek partikel kation dan anion (hanya sebagai referensi).
  Jika terdapat sejumlah besar halogen air berasal dari alat, air tidak dapat digunakan untuk pembersihan ion karena indeks halogen terlalu tinggi. Jika Anda memperhatikan warna air berubah menjadi hijau muda untuk beberapa kali selama sesi pembersihan ion, Anda mungkin dapat menggunakan air sulingan atau air mineral dan menambahkan setengah sendok garam atau garam kristal ke dalam air.
 Penelusuran Dan Pengujian Telah Dilakukan Terhadap Alat Terapi Ion yang Benar (Ingat ! Bukan Alat Terapi Tiruan). Di Amerika, statistik yang dibuat oleh Pusat kesehatan dan praktisi kesehatan telah muncul dengan sebuah keterangan tentang warna dalam air setelah 30 menit. Berdasarkan EAV (Electrical Acupuncture by Voll) dan uji otot, mereka tampil dengan sebuah tabel untuk menjelaskan berbagai toksin yang muncul dari bagian-bagian berbeda pada warna berbasis tubuh pada warna. Ini hanya sebuah skema umum, karena perubahan warna mungkin bervariasi dari satu tempat ke tempat lain tergantung pada air yang digunakan. Garam yang digunakan untuk konduktivitas air bisa menyebabkan warna berubah sekalipun tanpa merendam kaki dalam air, setelah ionisasi selama 30 menit.
 Beberapa pengujian ilmiah telah dilakukan oleh sebuah laboratorium riset swasta untuk menganalisa bagaimana ionator (alat pembersih ion) bisa membantu para pasien encok atau mereka yang mengalami tingkat asam urat tinggi dalam tubuh mereka.
 Warna yang berubah sendiri dalam air bukan sebuah ukuran kuat dan tetap kontroversial dan mungkin hanya memuaskan orang awam namun tidak bagi para professional yang akan terus mengajukan pertanyaan.
 Untuk membuktikan kemanjuran dan manfaat alat ini, pelacakan telah dilakukan Bob Lim M (AM)India, BHMS, APHom(Mal), m NCH(USA) dengan menggunakan alat penguras zat beracun e-plus Ion Cleanse pada para pasien melalui beberapa metodologi. Dr. (H) Bob Lim menggunakan metode berikut untuk mengecek efisiensi e-plus Ion Cleanse guna memperbaiki kondisi-kondisi kesehatan umum dan setiap perbaikan secara psikologi atau perubahan-perubahan patologi.
  1.Fuzzy logic sphygmomanometer - memonitor tekanan darah kontraksi (systole) & dilatasi (diastole). 2. EAV Morall machine (Teknologi Jerman) untuk menguji level energi organ utama dan kontaminasi logam berat(penguji penyakit) 3. Riwayat uji Air seni dan darah Laboratorium Patologi.
 Selain di mal atau klinik resmi, terapi sedot racun mulai merebak hingga ke kampung-kampung. Hanya saja detoks di rumahan biasanya sangat sederhana. Alatnya pun dirakit sendiri. Seperti alat detoks buatan Larto yang dinamai terapi resik. Nama resik adalah kepanjangan dari rendem sikil alias rendam kaki. Meski sederhana ternyata denyut setrum atau aliran listriknya lebih terasa dibanding mesin detoks merek paten.  
 Tim Sigi mencoba membeli satu mesin detoks yang diklaim sebagai buatan Amerika Serikat di sebuah klinik detoks di Mal Mangga Dua, Jakut. Alat ini kemudian diuji coba oleh seorang peneliti alat medis. Ketika alat ini dihidupkan layaknya proses detoksifikasi cuma tanpa mencelupkan kaki, setengah jam kemudian ember berisi air berubah warna-warni persis seperti yang dijumpai di klinik detoks.  
 
Alat ini selanjutnya dibawa ke laboratorium biofisika Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Di kampus ini, Profesor Suhariningsih telah lama melakukan penelitian terhadap alat detoksifikasi yang juga beredar luas di Jatim. Menurut Guru Besar Fakultas MIPA Unair ini, warna merah, hijau atau kuning yang keluar dari air sama sekali bukan racun atau kotoran tubuh yang tersedot mesin detoks.
  Suhariningsih berkesimpulan, alat itu hanya alat elektrolisa air yang berfungsi mengurai ion-ion logam yang ada dalam elektroda yang terendam air garam hangat. Mesin ini tak lain hanya power supply yang dilengkapi regulator untuk mengubah dan menurunkan arus listrik. Suharningsih juga mengingatkan adanya gas klorin yang dihasilkan dari proses elektrolisa air ini. "Gas klorin sangat berbahaya jika terhirup manusia," kata Suhariningsih. Ion adalah atom yang membawa muatan listrik. Ada dua jenis Ion, ion yang membawa muatan positif disebut Kation, dan yang membawa muatan negatif disebut Anion. Ukuran ion adalah sekitar 1 mikron, atau sama dengan 1/1000 milimeter. Misalnya Hidrogen (H) atom inti memiliki 1 proton bermuatan positif dan dikelilingi oleh 1 elektron negatif. Proton harus bermuatan positif untuk menarik elektron dari atom hidrogen, dengan kata lain pada tahap ini terjadi ionisasi hidrogen (H+). Sementara, terdapat
8 proton positif dalam oksigen atom inti dan dikelilingi oleh 6 elektron. Karena kekurangan 2 elektron, hal ini menyebabkan penarikan dari elektron lain. Dengan kata lain, atom oksigen dapat dengan mudah menangkap elektron dari tempat lain. Proses ini disebut oksidasi (O) + hydrogen (H) + elektron (-) = OH. Pada kenyataannya, ion hidroksigen tidak dapat bertahan dalam rangkaian tunggal monomer, melainkan harus bertahan dalam bentuk anion dalam air (H2O + OH = H2O2) dimana terdapat kelebihan elektron untuk anion, yang cenderung memberikan kelebihan itu kepada elektron lain (proses ini disebut “restorasi”). Pertama : Kolam elektrolisis akan membangkitkan anion (reaksi positif) 2 H2O – O2 + 4 H+ + 4e – 1.  Kedua : Kulit menyerap anion (reaksi negative) 4 H2O + 4e- - 4 H2 + 4 OH-2. Ion yang disebutkan diatas tetap berinteraksi dan bersirkulasi, dan setelahnya akan dikeluarkan oleh  tubuh.
 Pendapat yang sama dilontarkan Profesor Iwan Darmansjah. Menurut Guru Besar Farmakologi Universitas Indonesia, sedot racun dengan cara merendam kaki di bawah aliran listrik tak pernah dikenal dalam dunia kedokteran. "Kalau memang alat ini ampuh, itu penemuan luar biasa dan patut mendapat penghargaan Nobel," kata Iwan.
 Menurut dokter Farid W. Husain, Direktur Jenderal Pelayanan Medik Depkes, alat ini tidak bisa dikategorikan sebagai alat kesehatan. "Klinik-klinik itu pun tidak berizin," kata Farid.
 Di Jakarta klinik terapi ion memang tetap laris manis. Namun di berbagai kota di Jatim tak ada lagi klinik semacam itu yang masih beroperasi. Maklum Dinas Kesehatan setempat secara tegas telah melarang klinik detoks. Alasannya terapi ion masih diragukan manfaatnya dan alat seperti ini tidak teregistrasi di Depkes.     Bahkan Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya berkesimpulan terapi ini hanya bohong-bohongan  
  
ulasan alat terapi ion yang benar oleh para ahli pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2006  antara pkl. 11.00 -13.00 di SCTV