Tampilkan postingan dengan label VIRUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VIRUS. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Desember 2010

Alasan ILMIAH mengapa ISLAM HARAMKAN BABI

1.Apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? karena mereka tidak memiliki leher. sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi orang muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.
2.Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tersebut disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging)
3.Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia melahap semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada tersisa.
4. Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
5. Penyakit-penyakit cacing pita merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat terjadi karena mengonsumsi daging babi. Cacing berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).
6. Daging babi merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negara negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.

Sabtu, 04 Desember 2010

FLU BABI, Anda harus mengetahui

Flu babi (Inggris: Swineinfluenza) adalah kasus-kasus influenza yang biasa disebabkan oleh virus orthomyxoviridae yang endemic pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenza virus catausubtipegenus atau influenza virus A. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A sub tipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Di Amerika Serikat, hanya sub tipe H1N1 lazim ditemukan di populasi babi sebelum tahun 1998, namun sejak akhir Agusuts 1998, sub tipe H3N2 telah diisolasi juga dari babi.
PERMASALAHAN
A. ASAL MULA
Pada 5 Februari 1976, tentara di FortDix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokan harinya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918. Presiden Gerald Ford kala itu, diminta untuk mengarahkan rakyatnya untuk disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), yang ramai disebut flu babi pada saat ini sebenarnya adalah versi baru dari virus flu H1N1 tipe A. Virus flu versi baru ini merupakan campuran dari virus flu yang biasa menyerang manusia, virus flu burung, dan virus flu yang menyerang babi.B. TANDA DAN GEJALA
Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influenza ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah. Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat apakah jangkitan flu babi pada pasien yang didiagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang ditetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum munculnya penyakit tersebut. Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.
C. CARA PENCEGAHAN
1. Menjaga pola hidup bersih dan sehat.
2. Menutup hidung atau mulut apabila bersin dan batuk.
3. Mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas.
4. Periksakan ke dokter apabila mengalami gejala flu babi.
5. Memakai masker jika sedang terkena flu.
6. Di Indonesia saat ini, pemerintah sudah memasang alat pendeteksi suhu tubuh manusia di beberapa bandara internsional di Indonesia, tujuannya adalah agar dapat mengetahui dan mendeteksi secara dini serta meminimalisir masuknya virus flu babi yang dapat dibawa dan ditularkan oleh warga negara asing ataupun warga negara Indonesia yang baru datang dari luar negri.
- SASARAN UTAMA: Warga Sekitar (RT & RW)
- SASARAN ANTARA: Petugas Kesehatan
- STRATEGI
Advocacy : Kecamatan
Sasaran Advocacy : Dinas Kesehatan,RS,RSB,PKM
Hasil yang diharapkan :
1. Adanya dukungan kebijakan dalam program dan sumber daya
2. Komitmen
3. Dukungan masyarakat
KESIMPULAN
Akhir-akhir ini di seluruh dunia, bahkan di Indonesia saat ini digemparkan oleh penemuan penyakit yang dikenal dengan nama flu babi atau dalam bahasa inggrisnya disebut dengan Swineinfluenza. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus orthomyxoviridae yang endemic pada populasi babi. Penularan virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai influenza virus catausubtipegenus atau influenza virus A yang juga marak dikenal dengan nama virus influenza A sub tipe H1N1, H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3. Flu babi ini menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia.
Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus ini adalah demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia berusaha mengantisipasi dan mengupayakan usaha pencegahan penularan penyakit flu babi tersebut dengan meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, menutup hidung jika bersin atau batuk, selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah beraktivitas, memeriksakan diri ke dokter jika mengalami tanda atau gejala flu babi dan memakai masker jika sedang terkena flu. Selain itu, pemerintah juga sudah memasang alat pendeteksi suhu tubuh manusia di beberapa bandara internasional di Indonesia, tujuan dari pemasangan alat tersebut adalah untuk mendeteksi sedini mungkin apakah virus tersebut dapat masuk atau menular ke tubuh warga negara asing yang datang ke Indonesia atau warga negara Indonesia yang bepergian ke negara-negara luar yang telah lebih dahulu tertular penyakit flu babi dengan menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh tersebut. Jika dari hasil deteksi tersebut berhasil ditemukan orang yang terinfeksi virus flu babi, maka pemerintah Indonesia langsung meminta para tim medis untuk mengisolasi orang tersebut di ruang perawatan khusus isolasi di rumah sakit. Hal ini semata-mata di lakukan untuk mencegah dan meminimalisir virus flu babi tersebut dapat masuk ke Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia, (2009). Flu babi. Retrieved Agustus 17, 2009, from http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_babianbertopikpenyakit|Influensa
WHO bimbang flu babi merebak (http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Sunday/Mutakhir/20090426100045/ rticle/)
Centers for Disease Control and Prevention> Key Facts about Swine Influenza (SwineFlu) (http://www.cdc.gov/swineflu/ key_facts.htm) Diakses pada 27 April 2009
Swine Fluand You (http://www.cdc.gov/swineflu/swineflu_you.htm). CDC. Diakses pada 26 April 2009
Centers for Disease Control and Prevention. CDC Health Update:
Swine Influenza A(H1N1) Update: New Interim Recommendations and Guidance for Health Directors about Strategic National Stockpile Materiel (http://www.cdc.gov/ swineflu/HAN/042609.htm). Health Alert Network. Diakses pada 27 April 2009
Selamat Tinggal Flu Babi.
(http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/05/01/07263364/selamat.tinggal.flu.babi), situs Kompas, 1Mei 2009

Senin, 29 November 2010

WINDOWS DAN ANTIVIRUS ASLI

PROMO AKHIR TAHUN TOKO BM70COM

http://duririau.com

Hanya dengan menambah Rp.400.000,-
untuk setiap pembelian unit Komputer/Laptop
pada Toko Kami akan Kami berikan Sistem Operasi dan Anti Virus Original (update)
Dan hanya dengan menambah Rp.100.000,-
untuk Anti Virus Original, Khusus product yang sudah dibundel Sistem Operasi Asli
(tidak ada pemotongan Harga)

Nikmati kelebihan Sistem Operasi Asli
* Microsoft Windows XP
* Microsoft Windows VISTA
* Windows 7

Minggu, 28 November 2010

ANTIVIRUS UNTUK FLASHDISK

Jengkel dengan Virus yang otomatis menginfeksi Flash Disk Anda saat Anda colokkan USB Flash Disk Anda ke port komputer yang terinfeksi virus?
Bagaimana tidak kita akali saja dengan Membuat Anti Virus AutoRun dari USB Removable Drive semacam Flash Disk?
Seringkali Virus akan membuat file “autorun.inf” yang ber-attribute file hidden dan system (dan/atau bisa juga termasuk file virus/trojan - server) begitu Anda memasangkan Flask Disk yang dijadikan target penginfeksian virus ataupun target pengintipan aktivitas user atau pencurian data user dengan Trojan.
file autorun.inf inilah command atau pemicu tereksekusinya file induk dan library virus/trojan yang sudah bersarang di komputer lokal atau jaringan tempat Flash Disk Anda berinteraksi dan berhubungan langsung.
Bila Anda pengguna OS Windows, seperti kita ketahui, Versi Windows sebelum generasi Windows Vista (termasuk Windows Windows XP), secara default tidak mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari media USB Removable Drives seperti External Hardisk ataupun Flash Drive/Flash Disk (kecuali dari media cakram digital) yang kemungkinan besar ditujukan untuk kepentingan keamanan. Windows hanya mengijinkan proses “AutoPlay” media saja seperti AutoPlay Movie/Music dari DVD atau command seperti Open/View file melalui windows explorernya.
Untungnya (dari faktor kemudahan) sekaligus sayangnya (dari faktor keamanan), Windows Vista secara default telah memperkenankan proses “AutoRun” dilangsungkan dengan dafault opsi yang bisa Anda pilih secara permanen.

Lalu bagaimana mengakali Windows XP agar bisa mengijinkan proses “AutoRun” executable files dari removable drives seperti External Hardisk maupun Flash Disk?
Di bawah ini Penulis sampaikan teknis pembuatan AutoRun AntiVirus pada Flash Disk.
LANGKAH I - Download ANtiVirus yang bersifat Portable
Kenapa harus Portable? Karena tujuan dari pembuatan AutoRun File dari Flash juga bersifat portable, jadi program rujukan, dalam hal ini Anti Virus, bisa dijalankan langsung dari Flash Drive tanpa diperlukan instalasi.
Anda bisa menggunakan ANSAV (Ansav.exe - jangan ANSAV Security Guard) atau PCMAV (PCMAV-CLN.EXE - Jangan PCMAV-RTP.EXE)
Masukkan file Anti Virus Portable (plus file library pendukungnya - bila ada) tersebut ke dalam Flash Disk Anda. Dalam contoh kali ini, untuk mempermudah, letakkan saja di Root Flash Disk Anda tanpa perlu Anda masukkan ke dalam folder.
LANGKAH II - Pembuatan AutoRun Dari Flash Disk
Ada 2 (dua) opsi yang bisa Anda pilih:

1. Menggunakan bantuan software orang lain
2. Menggunakan bantuan tangan Anda sendiri

1. Menggunakan bantuan software orang lain
Nomor ini tidak akan menjadi bahan pembicaraan inti pada Artikel ini.
Namun bila Anda menghendaki, Penulis merekomendasikan Anda untuk menggunakan aplikasi bernama APO USB AutoRun yang sangat bagus dan berkualitas, berfungsi dengan baik pada Windows XP SP2, berukuran file kecil, dan gratis lagi.
APO AutoRun USB akan membuat service bernama autorunusb.exe yang berjalan di background sebagai detektor yang bertugas memindai file autorun.inf pada root removable drive dan mendeteksi semua executable files pada media removable drive serta akan mencocokkan executable files tersebut dengan file name dan path file yang dirujuk oleh file autorun.inf tersebut.
Yang penulis heran dari software ini, APO tetap akan melakukan scan pada seluruh executable files yang ada pada media removable drives.
Namun, walau efeknya sedikit memperlambat kinerja komputer, proses scanning tersebut Penulis cermati dan rasakan sangat bermanfaat juga untuk memindai keberadaan Virus pada Removable Drives yang belum sempat terdeteksi oleh AntiVirus yang aktif di komputer. Begitu proses scanning menemukan suatu executable files atau script yang dianggap sebagai malware oleh AntiVirus tersebut, maka akan memicu (trigger) notifikasi dari AntiVirus bahwa telah ditemukan threat (virus).
Sayangnya APO AutoRun USB harus Anda install dulu sebelum Anda bisa mengaplikasikan AutoRun dari flash disk. Untungnya APO AutoRun USB juga telah menyertakan instalasi untuk keperluan portable plus autorun.inf builder.
2. Menggunakan bantuan tangan Anda sendiri
Teknik yang bisa Anda lakukan adalah pertama-tama dengan sedikit mengubah struktur HEX pada Windows Registry.
Bila sebelumnya atau secara default Windows tidak mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka Registry-nya seperti ini:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000095
Agar Windows bisa mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka ubah Registrynya menjadi:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000091
Anda bisa mengCopy Registry Lines tersebut, lalu Anda simpan sebagai (misal): “AutoRun_Removable_Media_Enable.reg” untuk Anda Klik kanan dan Merge (gabungkan) dengan Windows Registry Database.
Setelah Anda berhasil memasukkan Registry Entry Files ke dalam Windows Registry Database, maka pekerjaan Anda yang terakhir adalah membuat file “autorun.inf” yang berfungsi sebagai Command dengan rujukan ke File Anti Virus yang telah Anda download dan masukkan ke dalam Flash Disk Anda (pada Langkah I)
Dalam contoh ini, Penulis menggunakan PC Media Anti Virus PCMAV-CLN.EXE yang filenamenya telah Penulis ubah menjadi PCM4V-CL34N32.EXE guna menghindari pendeteksian Virus yang dimungkinkan akan memblokir PCMAV-CLN.EXE.
Maka file “autorun.inf” PCMAV menjadi seperti ini:

PC Media Anti Virus
[AutoRun]
open=PCM4V-CL34N32.EXE
icon=PCMAV.ICO
shellexecute=PCM4V-CL34N32.EXE
shell\Scan Virus\command=PCM4V-CL34N32.EXE
shell=Scan Virus
Salin baris-baris INF tersebut, dan simpan sebagai .INF file dengan nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip), kemudian letakkan file “autorun.inf” tersebut pada Root Flash Disk Anda.
KETERANGAN

* Untuk file ICON dari PCMAV, Penulis extract dari file PCMAV-CLN.EXE, yang mana ICON file tersebut juga ditempatkan pada Root Flash Disk. Anda bisa menghilangkan/menghapus baris “icon=PCMAV.ICO” yang digunakan untuk memunculkan ICON File PCMAV sebagai Icon penanda Flash Disk seperti pada screenshot di atas. Baris rujukan ICON ini tidak mempengaruhi proses AutoRun. Namun bila Anda menginginkan PCMAV ICON tersebut, Anda bisa mendownloadnya dengan klik link ini.
* Baris-baris INF tersebut bisa Anda modifikasi sesuai selera tulisan Anda, yang penting path file Anda tidak salah; file tujuan Anda rujuk secara relatif.
* Jangan Lupa, untuk menghindari terhapusnya file dengan begitu mudahnya, sebaiknya sembunyikan saja File Anti Virus berserta library file pendukungnya (bila ada) maupun file “autorun.inf”nya dengan mengeset File Attributnya dengan “hidden” dan bila perlu “system”. Satu rekomendasikan lagi, alangkah baiknya, semua File tersebut Set File Attributenya menjadi “Read Only” agar, secara sederhana, tidak bisa termodifikasi.

Untuk keperluan setting modifikasi File Attribute terbut Anda bisa melakukannya dengan Select All files yang akan disembunyikan, lalu klik kanan file-file tersebut, pilik dan klik “properties”, dan beri tanda centang pada check box “hidden. Sedang untuk set menjadi “system”, Anda bisa menggunakan Windows ATTRIB.EXE di lingkungan kerja DOS atau Anda bisa juga menggunakan Attribute Changer yang berlingkungan kerja GUI. Q = Lho, katanya ga pake tool ya? A = untuk mudahnya, gunakan Attribute Changer bila ATTRIB.EXE dirusak/dihapus Virus/Admin dan Anda malas untuk extract dari Windows CAB.