JAKARTA. Pasca pernyataan soal salah satu pengurus Front Pembela Islam (FPI) yang akan menghimpun tenaga menggulingkan SBY, jika SBY berani membubarkan ormas Islam dan tidak membubarkan Ahmadiyah, dinilai berdampak pada organisasi ini.
Sebagaimana dikutip situs resmi FPI, www.fpi.or.id, media ini memberitakan ada tiga anggota FPI yang ditengarai telah diculik.
Irwan, salah satu anggota Badan Investigasi FPI diculik di rumahnya di Slipi, Jakarta Barat pada pukul 05.30 WIB. Marsuni Kaloko, Panglima Laskar FPI juga diculik dari rumahnya pada 07.30 WIB Selasa pagi (15/2/2011). Dan satu lagi anggota FPI yang dapat berhasil lolos karena melakukan perlawanan.
Aksi ini penculikan ini mendapat perhatian serius seluruh laskar FPI.
Habib Rizieq juga menyampaikan ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang sedang berencana membuat kerusuhan di Jakarta dengan membentuk sebuah kelompok yang bernama “Forum Rempug Ganyang FPI.
”Dari investigasi yang dilakukan oleh FPI, kelompok yang didominasi oleh aktivis liberal ini berusaha membuat benturan dengan FPI. Mereka akan mengadakan pertemuan besar-besaran di Jalan Senopati pada Ahad tanggal 20 Februari, “ ujar Rizieq dalam ceramah yang dihadiri ratusan massa umat Islam di Cawang, Rabu (16/2), pukul 01.00 dinihari. Lebih jauh, Rizieq meminta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Mulai sekarang kita serukan kepada laskar, FPI sekarang siaga satu. Ada upaya-upaya dari kelompok tertentu yang ingin melakukan kekerasan terhadap FPI. FPI tidak akan pernah takut dan gentar,” tegas Habib Rizieq.
Salah diagnosa
Sementara itu, munculnya wacana pembubaran ormas anarkis pasca kasus Cikeusik dinilai ide yang salah sasaran. Ibarat salah mendiagnosa, yang sakit di kepala, yang diobati di dengkul. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Hizbuttahrir Indonesia, M.Ismail Yusanto.
“Ungkapan Presiden SBY ini berusaha mengalihkan persoalan. Inikan ada masalah, tapi cari-cari masalah di tempat lain,” ujar Ismail Yusanto.
Pernyataan Ismail disampaikan menanggapi pidato SBY di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang mengatakan, akan membubarkan kelompok atau organisasi resmi yang selama ini terus melakukan aksi-aksi kekerasan dan meresahkan masyarakat luas.
Meski tak menunjuk nama organisasi yang dimaksud, pernyataan SBY tersebut dianggap mengarah kepada salah satu ormas tertentu. Apalagi, beberapa jam pasca peristiwa Cikeusik, Ulil Abshar Abdalla, pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat, dikabarkan merapat ke Cikeas untuk memberi masukan kepada SBY terkait insiden di Cikeusik.
“Menurut saya jelas, dia berusaha memberi masukan kepada SBY untuk pembubaran ormas, terutama FPI. SBY mendapat masukan dari kelompok liberal, bukan dari aparat keamanan. Harusnya, kalau presiden cerdas, dia minta masukan dari BIN, TNI, atau polri, bukan dari kelompok liberal yang selama ini bersemangat ingin membubarkan FPI,” tegas Habib Rizieq.
Bukan tanpa alasan jika Habib Rizieq merasa ormas yang dimaksud oleh SBY adalah FPI, sebab pada akhir tahun 2010 lalu, kepada media massa, Ulil Abshar pernah mengatakan dirinya akan memberi masukan kepada SBY untuk membubarkan FPI.
“Saya akan memberikan masukan kepada Presiden Yudhoyono yang sekaligus juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Saya usulkan FPI dibubarkan, karena melihat track record mereka. Saya akan berusaha berkomunikasi dengan presiden,” kata Ulil ketika itu, Senin, 9 Agustus 2010 sebagaimana dikutip matanews.com.
Karena itu, Habib Rizieq menilai, wacana pembubaran ormas Islam sudah diskenariokan jauh sebelum peristiwa Cikeusik terjadi. Ia menyatakan, ada runtutan skenario yang dijalankan. Ia bahkan menyebut setelah SETARA Institute, LSM yang yang dimotori oleh Hendardi, di mana telah melansir laporan tentang basis radikalisme dan kelompok radikal di Jadebotabek.
“Laporan itu fitnah terhadap umat Islam, para habaib, dan majelis-majelis taklim. Mereka menganggap majelis-majelis taklim sebagai sarang radikalisme yang akan menciptakan teroris-teroris masa depan. Fitnah itu kemudian disambut SBY dengan wacana pembubaran ormas belakangan ini,” lanjut Rizieq.
Alumnus King Saud University, Saudi Arabia, ini menilai pernyataan SBY sebagai ancaman terhadap ormas Islam. “Jadi jangan dibilang kita mengancam pemerintah. SBY duluan yang mengancam ormas Islam. Kita menyambut ancaman itu dengan dua pilihan: Bubarkan Ahmadiyah atau Revolusi,” kata Habib Rizieq.
Lebih jauh, Habib Rizieq tetap menyebut aksi di Cikeusik adalah bentrok massa yang dipicu oleh sikap Ahmadiyah yang menantang warga. Dia menegaskan tak ada atribut FPI atau ormas tertentu dalam aksi tersebut.
“Kalau disebut ada FPI di sana, anggota FPI itu ada di mana-mana, sebagaimana anggota-anggota ormas lain pun ada di mana-mana,” tukasnya. FPI juga menegaskan, pasca bentrokan, Kapolri sudah menegaskan tak ada ormas yang terlibat. “Harusnya Presiden SBY tanya Kapolri, bukan tanya sama LSM liberal, “tegasnya.
Yang jelas, ujar Rizieq, pihaknya tak akan tinggal diam jika ada ormas Islam atau FPI dibubarkan.
“FPI tidak akan tinggal diam jika ada ormas Islam yang dibubarkan oleh pemerintah,” tegas peraih gelar master dari Universitas Kebangsaan Malaysia ini.
Tampilkan postingan dengan label HAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HAM. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Februari 2011
Kamis, 23 Desember 2010
DASAR PENGECUT, ANAK - ANAK PUN KOK DIZALIMI, DITODONG DENGAN SENJATA ?!?!?
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
Sarankan pengunjung lain untuk melihat gambar-gambar ini juga.
Sarankan pengunjung lain untuk melihat gambar-gambar ini juga.
Kamis, 16 Desember 2010
Komnas HAM Kecam Densus: Sering Langgar HAM & Salah Tangkap Teroris
JAKARTA (voa-islam.com) - Dalam Catatan Akhir Tahunnya, Komnas Ham mengecam Densus 88 Antiteror karena sering salah tangkap dan melanggar HAM saat melakukan penggerebekan terhadap tersangka teroris.
Cara penangkapan dan penggerebekan terduga teroris oleh Densus 88 disoroti oleh Komnas HAM. Lembaga pelindung hak asasi manusia itu menilai, Densus 88 sering kali melanggar HAM saat beraksi memberantas terorisme.
“Atas nama perang melawan terorisme, tentunya tidak dapat dijadikan pembenar bagi Densus 88 untuk mengabaikan norma-norma HAM. Khususnya sebagai dalih pembenar untuk melakukan tindakan extra judicial killing,” ujar Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.
Hal itu disampaikan Ifdhal dalam jumpa pers Catatan Akhir Tahun Komnas HAM di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2010).
Data yang dimiliki Komnas HAM, setidaknya ada sejumlah terduga teroris yang tewas saat penggerebekan Densus 88. Tiga teroris yang ditembak mati di Aceh, lima di Serdang, tiga di Tangerang, tiga di Cawang, dan dua di Tanjungbalai, Karimun.
“Sejumlah terduga teroris yang tertembak dan akhirnya meninggal dalam beberapa kasus tidak bisa diidentifikasi peranannya atau salah sasaran yang jarang dijelaskan kepada publik,” kata Ifdhal.
....Atas nama perang melawan terorisme, tentunya tidak dapat dijadikan pembenar bagi Densus 88 untuk mengabaikan norma-norma HAM....
Selain itu, ada juga korban salah tangkap oleh Densus 88. Komnas HAM banyak menerima laporan dari korban yang salah tangkap. Data Komnas HAM, 16 orang yang ditangkap di Jakarta dan Bekasi, 11 orang di antaranya dibebaskan. Sementara di Medan, dari 21 terduga teroris yang ditangkap, lima orang dibebaskan.
“Penangkapan yang diikuti penahanan tersebut, sering kali tidak diindahkan hak-hak orang yang ditangkap tersebut. Di antaranya hak untuk mendapatkan penasihat hukum. Pihak keluarga juga sering kali tidak diberi akses informasi yang memadai,” kata Ifdhal.
....Komnas HAM banyak menerima laporan dari korban yang salah tangkap....
Terkait masalah ini, Ifdhal sudah sering mengajukan protes ke Mabes Polri. Namun sayangnya, jawaban yang diberikan selalu normatif dan tidak menyelesaikan persoalan.
“Kami minta agar Densus 88 tidak memberantas teror dengan teror,” katanya.
Rabu, 15 Desember 2010
Anggota Densus 88 Rampas Uang dan HP
Keluarga tersangka teroris Abu Tholut alias Musthopa alias Pranata Yudha alias Imron menuding Densus 88 Anti Teror merampas uang Rp 5 juta dan satu buah handphone milik istri Abu Tholut saat penangkapan di Kudus pada Jumat (10/12) pekan lalu.
Adik bungsu Abu Tholut, Asma Kusniati menuding permapasan itu meruapakan perampokan karena uang dan handphone tersebut tidak dimasukan sebagai barang bukti dalam release polisi yang disampaikan di Solo.
Dia mengatakan, saat penyergapan anggota Densus 88 ada yang mengambil langsung barang tersebut dari lemari istri Abu Tholut. "Uang itu merupakan hasil penjualan sapi," ujarnya di Mabes Polri, Rabu (15/12).
Kusniati yang datang bersama pengacara Abu Tholut, Yuswaqir datang ke Mabes Polri untuk meminta pejelasan sekaligus ingin mengetahui kondisi Abu Tholut. Dia mengatakan kedatangannya ke Mabes Polri untuk meminta izin menjenguk Abu Tholut yang sedang di tahan namun belum diizinkan.
Pengacara Abu Tholut, Yusfaqir menyayangkan kliennya tidak dapat didampingi pengacara saat diperiksa. Padahal seharusnya seorang tersangka berdasarkan Pasal 8 ayat 3 KUHAP harus didampingi pengacara saat pemeriksaan.
Menurutnya, sekarang ini Abu Tholut sudah menjadi tersangka dan ditahan sehingga jika diperiksa harus didampingi pengacara. Namun polisi baru mengizinkan Abu Tholut dapat ditemui setelah tujuh hari menjalani pemeriksaan pascapenangkapan sesuai dengan undang-undang (UU) Terorisme.
"Sudah ditahan kan berarti tersangka. Menurut KUHAP berarti wajib didampingi pengacara," tambahnya.
Dia mengungkapkan, kendati belum ada undang-undang yang khusus mengatur masalah prosedur penangkapan, baik yang khusus maupun yang umum namun prosedur pemeriksaan tetap harus mengacu pada KUHAP.
Sumber : Suara Merdeka
Adik bungsu Abu Tholut, Asma Kusniati menuding permapasan itu meruapakan perampokan karena uang dan handphone tersebut tidak dimasukan sebagai barang bukti dalam release polisi yang disampaikan di Solo.
Dia mengatakan, saat penyergapan anggota Densus 88 ada yang mengambil langsung barang tersebut dari lemari istri Abu Tholut. "Uang itu merupakan hasil penjualan sapi," ujarnya di Mabes Polri, Rabu (15/12).
Kusniati yang datang bersama pengacara Abu Tholut, Yuswaqir datang ke Mabes Polri untuk meminta pejelasan sekaligus ingin mengetahui kondisi Abu Tholut. Dia mengatakan kedatangannya ke Mabes Polri untuk meminta izin menjenguk Abu Tholut yang sedang di tahan namun belum diizinkan.
Pengacara Abu Tholut, Yusfaqir menyayangkan kliennya tidak dapat didampingi pengacara saat diperiksa. Padahal seharusnya seorang tersangka berdasarkan Pasal 8 ayat 3 KUHAP harus didampingi pengacara saat pemeriksaan.
Menurutnya, sekarang ini Abu Tholut sudah menjadi tersangka dan ditahan sehingga jika diperiksa harus didampingi pengacara. Namun polisi baru mengizinkan Abu Tholut dapat ditemui setelah tujuh hari menjalani pemeriksaan pascapenangkapan sesuai dengan undang-undang (UU) Terorisme.
"Sudah ditahan kan berarti tersangka. Menurut KUHAP berarti wajib didampingi pengacara," tambahnya.
Dia mengungkapkan, kendati belum ada undang-undang yang khusus mengatur masalah prosedur penangkapan, baik yang khusus maupun yang umum namun prosedur pemeriksaan tetap harus mengacu pada KUHAP.
Sumber : Suara Merdeka
Jumat, 10 Desember 2010
KEJAHATAN SENJATA KIMIA AMERIKA DINEGERI ISLAM
AS Gunakan Senjata Kimia Beracun
KABUL (Arrahmah.com) - Baru-baru ini, Imarah Islam Afghanistan (IIA) melalui jurubicaranya (Qari Yousuf Ahmadi) mengeluarkan statemen mengenai adanya penggunaan senjata kimia beracun oleh pasukan penjajah Amerika Serikat yang bercokol di Afghanistan.
Salah satu bukti mengenai penggunaan senjata kimia beracun ini adalah beberapa tahun silam tentara salibis menjatuhkan bom jenis Thermoric Boms-Bunker Buster Bomb yang sangat berbahaya bagi para penduduk sipil yang tak berdosa yang menyebabkan di berbagai wilayah di Afghanistan, anak-anak di sana terlahir dalam kondisi tidak normal atau adanya perubahan pada bagian tubuh tertentu hingga menderita berbagai jenis penyakit berbahaya.
Untuk memperjelas masalah ini, IIA memperkuat dengan bukti-bukti lainnya sebagai berikut :
1. Seorang Pengamat Afghan, DR. Muhammad Daud Mireki melakukan penyelidikan di berbagai Wilayah di Selatan dan ditemukannya banyak bukti-bukti yang menguatkan permasalahan ini.
2. Relawan medis yang dikirim oleh Pusat Kesehatan Bidang Uranium Kanada ke Wilayah Selatan Afghanistan pada tahun 2002 menemukan bukti bahwa kandungan Uranium Isotopes yang ada pada air seni para penduduk di wilayah ini naik mencapai 300-2000 Nanogram, padahal batas maksimum Kandungan tersebut pada kondisi normal hanya 10 Nanogram saja.
3. Stasiun Televisi Al-Alam mempublikasikan di Internet (http://www.alalam.ir/node/307570) laporan nyata mengenai gambar anak-anak yang dilahirkan Cacat akibat Pengaruh dari Senjata beracun yang tersebar di pelosok negeri.
4. Beberapa waktu yang lalu, Seorang Staf Departemen Kesehatan Pemerintahan Kabul berkata kepada Media bahwa ia mendapatkan Referensi dan Saksi mata akan Penggunaan Bom yang dicampur dengan Uranium dan Fosfor oleh Pasukan Amerika pada Tahun 2001 di Wilayah Tora Bora , Sebelah Timur Afghanistan dimana tampak sisa-sisa dari Gas Beracun, Orang Cacat dan Berkembangnya Penyakit Kronis yang menyerang Setiap Kelahiran Baru, serta lemahnya Mental anak-anak tersebut dibandingkan dengan yang lainnya.
Sebagai tambahan, bahwa sekarang berkembang juga Penyakit Leukimia (Peningkatan Sel Darah Putih) di Wilayah ini juga yang mengakibatkan melemahnya Fungsi reproduksi Kaum Pria dan timbulnya banyak Kematian tanpa tampak adanya Luka ataupun Penyakit.
Oleh karena itu, para pemimpin AS baik sipil maupun militer layak dituduh melakukan tindak kejahatan terhadap manusia sebagaimana telah dibuktikan oleh sumber-sumber di atas. Yang melakukan semua ini adalah AS dan sekutunya padahal mereka sendiri ikut tergabung dalam Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) di bawah naungan PBB yang membawahi banyak organisasi HAM di seluruh dunia, namun ternyata mereka sendiri yang melanggarnya.
IIA juga menyerukan kepada organisasi, yayasan, lembaga HAM serta pihak independen untuk mengedepankan tanggung jawab profesionalisme dalam melakukan upaya pencegahan dan menuntut pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan terhadap manusia tersebut serta berupaya keras untuk bisa menyadarkan publik dan mengungkapkan insiden lain yang lebih dari ini. (haninmazaya/arrahmah.com)
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
Sarankan pengunjung lain untuk melihat gambar-gambar ini juga.
Sarankan pengunjung lain untuk melihat gambar-gambar ini juga.
Minggu, 21 November 2010
DENSUS 88
Densus 88 AT Anti Terror dan Pelindung Koruptor
Densus 88 AT, Densus 88 Anti Teror adalah team khusus bayaran Amerika untuk memberangus "teroris" yang umumya berjenggot... Densus/Polri selalu curiga ama orang orang yang berjenggot...
Densus 88 AT

Densus 88 AT atau Datasemen Khusus 88 AT merupakan pasukan elit Mabes Polri yang bertugas menanggulangi terorisme dan penegakan hukum domestik Indonesia. Dianggotai kurang lebih 400 personil, densus 88 terdiri dari para ahli investigasi, tim gegana dan penembak jitu diharapkan mampu meredam terorisme yang kian marak menghantui kehidupan di Indonesia sehingga melunturkan kepercayaan dunia luar terhadap keamanan dan stabilitas negara. Semua yang berbau "teroris" akan di berangus oleh team ini terutama orang-orang yang berjenggot dan memakai gamis dan pernah berjihad di konflik ambon maupun poso, memang sejatinya team ini di bentuk dan di biayai oleh Amerika untuk memberangus musuh musuh Islamnya karena Amerika dan Bos nya Amerika yaitu Israel takut akan kebangkitan Islam terutama kaum mujahidin yang terbukti tangguh dalam medan peperangan dalam mengusir penjajah di negaranya maupun dalam membantu saudaranya yang di bantai macam di perang Bosnia, Ambon, Poso dan mereka berusaha sekuat tenaga untuk membentuk public opinion bahwa mujahidin adalah terorris, dan proses ini berlangsung secara sistematis di dukung oleh ribuan media terutama media TV seluruh dunia termasuk Indonesia (terutama TV One, METROTV dan RCTI) yang dimulai dengan penghancuran WTC New York 9/11, yang terbukti nyata bahwa pelakunya adalah amerika sendiri .
Dan mereka selalu menggambarkan kekerasan yang dilakukan muslim apapun bentuknya sementara mereka selalu menyembunyikan kebiadaban yang dilakukan oleh kristen (kasus ambon dan kasus poso) apalagi yahudi yang dengan seenaknya membantai muslimin palestina dan selalu di bela oleh biang teror dunia yaitu amerika cs, amerika adalah negara agresor paling aktif di dunia yang dengan pengecutnya mengeroyok dan membantai ratusan ribu rakyat irak dan afganistan dan selalu mendapat penghargaan dari kebanyakan media tv dunia.
Sementara non muslim bebas menggunakan pistol, seperti preman di kerusuhan depan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (29/9) dan pendeta di HKBP di bekasi yang menembak pemrotes kesewenang-wenangan HKBP di Bekasi, malah tidak di proses sama sekali, malah pendeta yang bersangkutan diberitakan menjadi korban penusukan oleh muslim bekasi padahal pisau yang digunakan penusukan adalah kepunyaan orang-orang HKBP yang berhasil direbut oleh pihak muslim dalam sebuah kerusuhan yang tidak seimbang dimana jumlah HKBP diperkirakan berjumlah 200 orang sementara pihak muslim hanya berjumlah 10 orang, penindasan kaum minoritas terhadap mayoritas.
Salah satu senjata yang dilepas oleh musuh Islam atau murtadin/munafik adalah jargon yang menyatakan bahwa 'Islam tidak mengajarkan kekerasan' dan dengan jargon ini diharapkan agar umat Islam selalu menerima apa adanya sementara amrik bisa dengan seenaknya mengobok obok umat Islam, padahal kekerasan dalam Islam sudah diatur sedemikian rupa agar umat Islam bisa bertahan dari serangan iblis yang sangat biadab.
Fitnah Dajjal sedang merajalela dan hal ini sudah di peringatkan oleh Nabi.
Harus diakui bahwa Indonesia sekarang tidak lebih dari negara bonekanya Amerika yang nota bene adalah kaki tangan Israel, karena kekayaan Amerika hampir semua di kuasai oleh "The real terorrist" penjajah Zionist Yahudi Israel, semua orang sudah tahu betapa Amerika senang mengobarkan peperangan dan selalu mengeroyok musuh-musuh Israel dan mereka malah meneriakan bahwa Islam adalah agama perang, maling teriak maling, dan mereka selalu melindungi israel walaupun israel sudah menjajah tanah palestina sejak tahun 48.... dan mentolerir semua terror dan kebiadaban israel di tanah palestina.
Densus 88 AT diresmikan kewujudannya pada 26 Agustus 2004 oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Firman Gani, anggota awal densus 88 hanya berjumlah 75 yang dikepalai Ajun Komisaris Besar Polisi Tito Karnavian, atas restu dari CIA. Angka 88 merupakan simbol dari sepasang borgol yang bermakna tugas densus 88 akan terus berkesinambungan dalam menjaga stabilitas negara dan memerangi terorisme. Makna lain angka “88″ adalah merujuk pada angka korban bom Bali pada tahun 2002 dari pihak Australia, yang terbukti kuat bahwa ledakan yang terjadi berasal dari ledakan micro nuke, bom buatan israel...! rekayasa ini adalah trik untuk melahirkan kaki tangan Amerika di Indonesia yaitu Densus88 yang sejatinya di tugaskan untuk menjegal mujahidin, sementara mereka (Polri) melupakan sama sekali akan ribuan korban muslim di kerusuhan ambon dan poso. Dan mereka juga tidak mau tahu akan laskar kristus yang telah secara biadab mengobarkan kerusuhan ambon, kesadisan mereka melebihi kesadisan PKI dan memang kesadisan tersebut termaktub dalam alkitab :"Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku"
(Lukas 19:27)
(Lukas 19:27)
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. (35) "Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, (36) dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya."
(Matius 10:34-35)
(Matius 10:34-35)
(13.)Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal,
(14) maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
(15)maka BUNUHLAH dengan mata pedang penduduk kota itu, dan TUMPASLAH dengan mata pedang kota itu SERTA SEGALA ISINYA DAN HEWANNYA.
(16) Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan HARUS KAU BAKAR HABIS KOTA dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali.
(17) Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
(18) Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu."
( Ulangan 13 : 13-18 )
"Kasih" hanyalah manis di bibir... waspadalah... waspadalah....
(14) maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
(15)maka BUNUHLAH dengan mata pedang penduduk kota itu, dan TUMPASLAH dengan mata pedang kota itu SERTA SEGALA ISINYA DAN HEWANNYA.
(16) Seluruh jarahan harus kaukumpulkan di tengah-tengah lapangan dan HARUS KAU BAKAR HABIS KOTA dengan seluruh jarahan itu sebagai korban bakaran yang lengkap bagi TUHAN, Allahmu. Semuanya itu akan tetap menjadi timbunan puing untuk selamanya dan tidak akan dibangun kembali.
(17) Dari barang-barang yang dikhususkan itu janganlah apapun melekat pada tanganmu, supaya TUHAN berhenti dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, menunjukkan belas kasihan-Nya kepadamu, mengasihani engkau dan membuat jumlahmu banyak, seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.
(18) Sebab dengan demikian engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, untuk berpegang pada segala perintah-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, dengan melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahmu."
( Ulangan 13 : 13-18 )
"Kasih" hanyalah manis di bibir... waspadalah... waspadalah....
Adapun persenjataan yang dimiliki densus 88 antara lain senapan Colt M4, Armalite AR-10 dan shotgun Remington 870 disamping kendaraan-kendaraan tempur buatan Amerika termasuk (kabarnya) pesawat C130 Hercules.
Detasemen khusus 88 (Densus 88) adalah hadiah dari Amerika Serikat yang di berikan kepada Indonesia yang bertujuan untuk memburu teroris yang ada di Indonesia. Sesuai dengan hobi sang empunya saat ini yang lagi asik- asiknya memburu Teroris Global, walaupun Amerika sendiri jika melakukan teror tak segan segan sampai mengeroyok Iraq dan Afganistan, di Iraq mereka tak segan segan membom kota Iraq dan membantai pluhan ribu warga iraq dengan alasan yang di buat-buat kemudian di Afganistan dengan tanpa rasa malu mereka mengeroyok Afganistan dengan alasan 9/11 padahal mereka sendiri lah yang telah menghancurkan menara kembar New York, kemunafikan yang nyata.
Skenario yang hebat pun di lancarkan demi berjalannya kebohongan ini. Mulai dari penagkapan Abu Bakar Ba’sir yang tidak pernah memiliki bukti yang jelas sampai dengan umat muslim lainnya yang kebanyakan semuanya di sembunyikan dari Pers secara langsung. Semua keterangan kebanyakan berasal dari pihak kepolisian dan tentu saja itu sudah di hiasi oleh kebohongan yang sangat nyata bahkan dengan tanpa rasa malu ataukah kemaluan mereka sudah hilang..... mereka menculik anak yang masih bau kencur... Dua orang di bawah umur yang ikut hilang saat Densus 88 beraksi di Klaten, yakni kakak beradik Ainul Quratul Aini (AQ, 17 tahun), dan Faisal Rafiudin (FR, 13 tahun); (Keduanya adalah anak dari Medi, 41, warga RT 5 RW XIII Cemani, Sukoharjo); akhirnya bisa dihubungi. ISAC (Islamic Study and Action Center), saat berbincang dengan wartawan Muslimdaily di salah satu masjid di kota Solo, melalui sekretarisnya Endro Sudarsono, menjelaskan, “Kedua anak tersebut sudah dapat kita (ISAC-red) temui. Bersama mereka juga ada Pak Mulyono, istrinya, dan anaknya (istri Shogir).”
Menurut pemaparan Endro, “Ahad (27/6) pagi kemarin, kita bisa bertemu dengan mereka di Klaten. Sementara, mereka berlima tinggal dengan kerabat yang ada di Klaten. Yah.., letaknya sekitar 2 kilo-an dari Mapolres Klaten.”Ada kejanggalan yang Endro lihat, saat bertemu dengan mereka berlima.
“Pergelangan tangan Pak Mul terluka, bahkan sampai bernanah,” jelas Endro. Menurut penyampaian Endro, tangan Mulyono terluka karena di ikat dengan menggunakan tali.
“Itu karena ketatnya tali yang diikat ke tangan Pak Mul,” Endro menjelaskan. “Bahkan, Pak Mul sampai di tampar pipinya,” tambahnya.
Endro menjelaskan, bahwa Densus 88 telah melakukan pelanggaran HAM. Apalagi dengan ikut di tangkapnya AQ dan FR, dua anak yang masih di bawah umur.
“Densus 88 telah melanggar UU Nomor 23 tahun 2002 Pasal 16 dan 17, yaitu tentang perlindungan anak.” Kata Endro.
Kemudian aksi teror Densus88 adalah penangkapan Ustad Abu Jibril yang di tengarai mendanai kegiatan terorris Indonesia padahal Ustad Abu Jibril adalah seorang jurnalis pemilik Arrahmah.com dan bahkan beliau masih punya utang dalam melakukan bisnis medianya. Bahkan dengan undang-undang yang tak jelas , Ustadz Abu Jibriel pernah mengalami penangkapan semena-mena, penahanan, dan interogasi oleh Tim Densus 88 Anti Teror, pada tanggal 14 Juni 2004.
Dimana penangkapan dan penahanan semena-mena ini dilakukan hanya berdasarkan dugaan adanya keterkaitan dan atau keterlibatan dengan aktivitas terorisme oleh Tim Densus 88 Anti Teror. Masih banyak lagi kasus serupa yang menimpa umat Islam akibat undang-undang penjerat kaum Muslimin tersebut, termasuk penahanan yang semena-mena terhadap pimpinan Ar Rahmah Media, M Jibriel yang hingga kini masih ditahan dan belum jelas putusannya.
Dalam sebuah kesempatan di salah satu stasiun televisi swasta indonesia (SCTV) Ustadz Abu Jibriel pernah menceritakan kronologis jihad di Afghanistan hingga munculnya isu perang melawan terorisme yang diciptakan oleh Amerika. Menurut beliau pada awalnya Amerika ikut membantu mujahidin Afghanistan ketika memerangi kaum ateis Uni Soviet. Amerika tidak mampu secara langsung memerangi Uni Soviet sehingga dipakailah tenaga mujahidin yang berjihad untuk mengusir penjajah dari negeri Islam tersebut. Sayangnya habis manis sepah dibuang. Setelah mujahidin berhasil memukul mundur pasukan Uni Soviet, ganti mujahidin yang menjadi sasaran dan menjadi musuh Amerika. Melalui agen-agen mereka, terutama CIA, dimulailah sebuah usaha secara sistematis untuk menghabisi alumni Afghanistan baik yang berada di Afghanistan maupun yang kembali ke negeri asal mereka. Presiden Zia ul Haq, yang banyak membantu jihad Afghanistan dibunuh, juga Syekh Abdullah Azzam, hingga pengusiran Syekh Usamah bin Ladin.Sementara itu, sekitar 10.000 mujahidin disiksa, diintimidasi, ditangkapi dan diteror. Khususnya mereka yang pulang kampung ke negeri asal mereka. Ustadz Abu Jibriel dalam mengungkapkan data-data tersebut mengutip sebuah artikel berjudul “Rencana Jahat di Balik Terorisme”, yang menurut beliau terorisme sangat bertentangan dengan kemuliaan dan ketinggian jihad dalam Islam.
Selanjutnya Ustadz Abu Jibriel menjelaskan jihad dalam Islam, yang sangat mulia dan tinggi kedudukannya. Beliau mengutip dari buku beliau sendiri, Syubhat-Syubhat Seputar Jihad, di halaman 140. Dalam buku tersebut disebutkan 8 Keutamaan Jihad Di Jalan Allah, yaitu :
Silahkan KLIK DISINI untuk Melihat Wajah Damai Para Syuhada InsyaAllah
- Jihad di jalan Allah adalah sebuah jalan utama bagi tegaknya Daulah Islamiah
- Jihad di jalan Allah menjamin seseorang itu surga, diampuni segala dosa dan diberi kemenangan dunia dan akhirat
- Jihad di jalan Allah adalah amal yang paling utama dan tiada tandingannya
- Amalan jihad di jalan Allah dan berada di medan jihad diberikan ganjaran berlipat ganda
- Medan jihad adalah destinasi pelancongan umat Islam
- Kematian adalah suatu kepastian dan sebaik-baiknya kematian adalah mati syahid di medan jihad di jalan Allah
- Medan jihad adalah tempat menyaksikan mukjizat Allah
Pada 11 September 2001 terjadi "sandiwara penyerangan WTC". Sejak saat itu, usaha memerangi terorisme dimulai dengan komando dari Amerika dan barat. Sidney Jones melihat Ar Rahmah Media mengeluarkan Jihad Magz dan membahas masalah tersebut secara tuntas. Maka Sidney Jones pun membuat analisis untuk menuduh dan menyudutkan Ar Rahmah Media. Tercatat beberapa laporan dari ICG, lembaga yang dipimpin oleh Sidney Jones, yang menyudutkan Ar Rahmah Media.
Sementara itu, menurut Ustadz Abu Jibriel, Densus 88 itu sendiri dibentuk dan didanai oleh Australia (88 adalah jumlah warna negara Australia yang tewas pada Bom Bali I). Austrlia sendiri adalah sekutu Amerika, dan Amerika juga ikut mendanai densus 88 dengan menyumbangkan 50 juta US $ di tahap awal. Dengan begitu dimulaikan perang melawan terorisme yang dikomando oleh Amerika dan direalisasikan oleh Densus 88 yang sejatinya adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin. Bukti-buktinya sangat banyak, termasuk kebohongan-kebohongan densus, termasuk kepada Ustadz Abu Jibriel, utamanya dalam kasus penangkapan anak beliau, M Jibriel Abdul Rahman.Ustadz Abu Jibriel menjelaskan bahwa pemahaman jihad saat ini terbagi dua, antara yang meyakini jihad global dan lokal. Masing-masing pihak memiliki dalil dan meyakini pilihan mereka sendiri. Ustadz Abu Jibriel mengaku kenal dan tahu Nurdin M Top sewaktu masih di Malaysia, di Johor tepatnya, karena beliau mengajar di sana. Setelah itu, beliau tidak tahu lagi sepak terjang Nurdin M Top. Mengenai dana Ar Rahmah Media Ustadz Abu Jibriel balik bertanya berapa kira-kira dana yang dibutuhkan untuk mengelola Ar Rahmah Media, apakah sangat banyak ? Dengan begitu, orang tuanya saja, yakni beliau sendiri juga cukup kalau hanya mendanai Ar Rahmah Media.
Ustadz Abu Jibriel juga menceritakan tantang M Jibriel dan seputar penangkapannya. Beliau menceritakan bahwa anaknya tersebut ingin ikut umrah bersamanya dan karena pasportnya hilang maka M Jibriel membuat pasport baru yang dia sendiri tidak tahu prosesnya. Mereka kemudian bertemu di Mekkah dan setelah itu masing-masing pulang kembali ke tanah air. Beliau tidak melihat keanehan apapun yang terjadi pada anaknya, apalagi sebagaimana tuduhan-tuduhan yang selama ini beredar.Untuk itu Ustadz Abu Jibriel meyakini bahwa penangkapan anaknya dikarenakan M Jibriel aktif mengelola Ar Rahmah Media, termasuk situs Arrahmah.com yang selalu menampilkan berita-berita Islam dan jihad internasional. Banyak yang tidak suka akan hal ini, termasuk Sidney Jones, yang kemudian membuat laporan-laporan menyudutkan Ar Rahmah Media. Maka, dicari-carilah alasan untuk menghentikan kiprah Ar Rahmah Media, melalui penangkapan anaknya, M Jibreil. Disangkanya dengan menangkap M Jibriel, maka berita dunia Islam dan jihad juga bisa ditutup dan dibungkam. Maka Ustadz Abu Jibriel kembali menyimpulkan bahwa perang melawan terorisme pada hakikatnya adalah perang untuk menghentikan amalan jihad dan media jihad sebagaimana yang saat ini terjadi.
Ustadz Abu Jibril dan TPM sudah mendatangi Komnas HAM Rabu (26/05/2010) . Ketika diterima oleh Komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh, Ustadz Abu Jibril langsung mengeluarkan pendapatnya :
"Kejahatan Densus 88 sudah di luar batas, tapi belum ada tindakan yang dikenakan kepada Densus 88."
Ustadz Abu Jibril juga mengatakan, Densus 88 telah melanggar HAM karena telah menangkap, menculik, dan membunuh tanpa bukti. "Termasuk ketika menangkap Jibril (Muhammad Jibril, anak Ustadz Abu Jibril), menggeladah rumah saya, tidak ada surat dari pengadilan," kata Ustadz Abu Jibril. Hal yang sama juga dilakukan terhadap orang-orang yang disangka teroris lainnya.
Sementara itu, Muannas dari TPM menyatakan bahwa :
"Penangkapan sekaligus penembakan yang dilakukan Densus 88 terhadap beberapa orang tidak sesuai dengan standar prosedur yang berlaku. Kami juga akan membahas isu-isu terorisme yang berkembang saat ini,"
Sebagaimana kita ketahui, sejumlah penggerebekan kasus terorisme di beberapa daerah sering disertai dengan penembakan yang menewaskan sasaran. Misalnya saja penangkapan terhadap Maulana Cs di Cawang beberapa waktu lalu.
Sejumlah saksi di Cawang mengatakan, Maulana tiba-tiba saja ditembak saat hendak menaiki motor. Padahal Maulana tidak tampak melakukan perlawanan kepada Densus 88. Sedangkan dua teman Maulana lainnya ditangkap setelah anggota Polri memukul mereka dengan batu dan senjata, tanpa ada perlawanan sedikit pun.
Tuntutan : Bubarkan Densus 88!
Tuntutan para pemuda Solo ketika berorasi di depan Mapoltabes Surakarta adalah dibubarkannya Densus 88. Menurut mereka, Densus 88 telah berbuat di luar prosedur hukum, melanggar HAM dan keberadaanya justru tidak membuat simpati masyarakat luas.
Ironisnya, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Zainuri Lubis menegaskan tindakan Densus 88 yang mengeluarkan tembakan tersebut karena untuk mencegah anggotanya tewas seperti saat penyergapan teroris di Aceh. Tapi mengapa ada diskriminasi terhadap umat Islam?
Ustadz Abu Jibril mengatakan, istilah teroris memang hanya diperuntukkan bagi orang Islam. Menurut dia, orang-orang yang mengganggu keamanan dan jelas-jelas menembak polisi di Papua itu tidak disebut teroris, melainkan disebut separatis. Dengan alasan itu, Densus 88 telah melakukan ketidakadilan.
Lebih lanjut Ustadz Abu Jibril mengatakan, UU Terorisme memang sengaja dibuat oleh Amerika Serikat dan Indonesia untuk menghentikan semangat jihad. Dia juga mengeluhkan adanya penyebutan Masjid Al-Munawarroh sebagai masjid teroris. Masjid itu berada di Pamulang tempat Ustadz Abu Jibril tinggal.
Guntur Fattahillah dari TPM Pusat, mengatakan, pelanggaran HAM oleh Polri dalam kasus-kasus terorisme tidak hanya terjadi pada kasus Ustadz Abu Jibril saja.
"Pelanggaran HAM ini sudah terjadi sejak awal tahun 2000 atau sejak munculnya konflik Poso dan Ambon," kata Guntur. Dari peristiwa tersebut, selalu ada pola yang sama dalam pelanggaran HAM yang dilakukan.
Kenyataan lain yang membuktikan kejahatan Densus 88 adalah dengan penangkapan "teroris aceh" padahal kegiatan itu di prakarsai oleh Sofyan Tsauri . Sofyan Tsauri adalah seorang intel yang membiayai dan melatih secara militer orang-orang yang di rekrutnya sendiri di pegunungan Aceh, bahkan dia sempat melatih di Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok. Oleh karena itulah wajahnya tidak di ekspose di media agar intel polri yang satu ini bisa menyusup dan menjalankan tugasnya lagi. Seperti biasa Polri sudah lihai dalam membuat rekayasa, polri yang berbuat dan polri yang menangkap sekaligus menyematkan predikat terorris kepada anak buah didikanya .... luar biasa....
Dan Densus 88 walaupun berperawakan tegap dengan cara yang sangat memalukan menyergap mobil tumpangan Abu Bakr Ba'syir dengan sangat kasarnya mereka menyergap Ustadz bagaikan gerombolan preman yang sedang memalak di pinggr jalan.
Sofyan at tsauri adalah mata-mata yang disusupkan oleh polri dalam rangka membuat rekayasa untuk mangkaitkan jaringan tersebut dengan Abu Bakar Basyir, banyak kejanggalan yang melingkupi sang penyusup ini diantaranya adalah penjagaan dari densus88 yang terlalu longgar ama bajingan satu ini, dan binatang inipun terlalu blak-blakan dalam berbicara mengenai Al Qaidah, yang memang terlalu disengaja agar di expose oleh wartawan terutama TV One (media bakrie, mantan bos lapindo) yang memang salah satu media pro thogut yang sangat giat dalam mengkait kaitkan terrorisme dengan Islam, dan selalu mengundang murtadin-murtadin dalam wawancaranya, TV One adalah bagian dari media media global yang berusaha keras untuk memadamkan cahaya Islam dan membenarkan kebohongan peristiwa WTC (9/11) padahal banyak sekali bukti yang membuktikan bahwa peristiwa 9/11 adalah rekayasa amerika sendiri.Kebiadaban densus88at yang malah ditutup tutupi oleh pihak ke polisisan dan media tv : densus menginjak nginjak orang yang sedang shalat, ini adalah ciri khas kristen yang sangat senang menyerang muslim yang sedang melakukan shalat. (KLIK DISINI)
Sebelumnya Mabes Polri mengaku memastikan Gories Mere berada dalam penggerebekan teroris yang dilakukan oleh Densus 88 di Medan. Namun, jika benar Gories yang tak lagi berdinas di bidang terorisme, ada dalam rombongan Densus 88, Mabes Polri menilai tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Bisa saja Gories memang ada keperluan di Medan.Pada Kamis 16 September, Danlanud Medan mengirim surat kepada Kapolda Sumatera Utara terkait 'penerobosan' rombongan Densus 88 di Bandara Polonia. TNI Angkatan Udara merasa keberatan karena rombongan itu tidak mengindahkan aturan yang berlaku. Petugas yang berjaga di pos sempat digertak oleh salah satu orang di rombongan tersebut. Orang itu mengatakan agar si petugas pos tidak menghalangi misi negara. Selain itu, orang di rombongan itu juga menyebut ada jenderal bintang tiga di rombongan itu (GoriesMere).
Apapun yang terjadi Densus88AT akan terus beraksi walaupun aksinya sangat sadis dan memalukan sampai-sampai pernah menculik anak yang masih bau kencur namun apa mau di kata jika Big Bos nya yang ada di amrik sono masih memberi makan Densus 88 AT maka apapun akan di labrak Densus 88 AT. Densus 88 adalah anjingnya Amerika........
majuu.... densus88... maju teruss.... walaupun ke neraka....... majuuu......
ANEKA PHOTO DENSUS :


Label:
AGAMA,
ALIRAN SESAT,
BENCANA,
BERITA NOVEMBER 2010,
FPI,
HAM,
ISLAM,
ISU TERORISME,
KESEHATAN,
KONSUMSI,
LUARNEGERI,
PEMIMPIN,
PKS,
SEJARAH,
SELEBRITIS,
TOKOH
KOMPAS.COM : KAPOLRI HARUS BENAHI DENSUS 88 YANG AROGAN DAN TIDAK PROFESIONAL
Kapolri Baru Harus Benahi Densus 88
Laporan wartawan Kompas.com Freelance Natalia Ririh
Rabu, 22 September 2010 | 21:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 dinilai arogan dan represif dalam menjalankan tugasnya. Dalam diskusi bersama Kontras, mengemukan seruan agar Kapolri baru bertugas membenahi Densus 88.
"Saat penindakan, Densus 88 bertindak tidak profesional dan tidak proporsional," kata Usman Hamid, Ketua Badan Pengurus Kontras saat diskusi bersama di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/09/2010).
Usman mencontohkan tindakan Densus 88 yang tidak melakukan koordinasi dengan Kapolda Sumatera Utara saat melakukan penangkapan pelaku perampokan. Ia mengatakan peristiwa ini bisa menciptakan ketegangan antara Densus 88 dengan Kepolisian Daerah.
"Densus 88 memang di bawah perintah Kapolri. Namun, tidak dibenarkan dengan tidak memberitahukan kepada Kapolda," katanya.
Contoh lainnya, pada Senin (13/9/2010) lalu, personil densus 88 berjalan masuk ke Bandara Polonia Medan untuk naik pesawat carter melalui pos golf Bravo yang tidak dibuka untuk sipil. Para petugas TNI AU meminta personil Densus 88 masuk lewat terminal keberangkatan atau VIP bandara. Personil Densus 88 menolak dan mengatakan demi tugas negara.
Lebih lanjut Usman mengatakan, Densus 88 harus dikontrol, agar tidak menjadi satuan elite tanpa pengawasan. "Kalau perlu Densus 88 dilepaskan saja dari istitusi Polri," katanya.
Usman juga menghimbau agar Kapolri yang baru, harus membenahi Densus 88 dalam aksi dan penindakan di lapangan agar tidak menggunakan cara-cara yang represif.
PEMIMPIN, Dimanakah Al-Mu’tasim Hari Ini?
Dahulu, di masa keemasan Islam, ada seorang teladan abadi sepanjang masa. Dia adalah khalifah al-Mu'tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 Masehi). Dialah yang menyambut seruan seorang muslimah yang dilecehkan tentara Romawi dengan mengirimkan pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah dan melibas seluruh tentara kafir Romawi di sana hingga bebaslah sang muslimah tadi dari tawanan Romawi. Kini, ketika ribuan muslimah dan muslim ditawan tentara-tentara kafir, dimanakah Al-Mu'tasim hari ini?
Teladan Heroik Pejuang Muslim
Kisah heroik Al-Mu'tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, dalam judul Penaklukan kota Ammuriah.
Ketika itu, al-Mu'tasim, khalifah di masa Bani Abbasiyah, sedang memegas gelas untuk minum ketika didengarnya seorang muslimah dilecehkan oleh tentara Romawi. Khalifah pun langsung berseru kepada panglima perangnya agar bersiap menuju Ammuriah, tempat dimana muslimah tersebut berteriak meminta tolong.
Konon, muslimah itu keturunan Bani Hashim dan sedang berbelanja di sebuah pasar di kawasan negeri di bawah kekuasaan Romawi, di utara benua Asia, yakni tepatnya di kota Ammuriah, kawasan Turki hari ini. Di saat sedang berjalan itulah, sang muslimah diganggu oleh seorang lelaki Romawi dengan menyentuh ujung jilbabnya hingga dia secara spontan berteriak : "Wa Mu'tashamah....!!!" Yang juga berarti "Dimana kau Mu'tasim...Tolonglah Aku"
Teriakan muslimah tersebut akhirnya sampai ke telinga Khalifah al-Mu'tasim. Puluhan ribu tentara pun digelar mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.
Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April, 833 Masehi dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu'tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.
Hanya seorang Muslimah yang dilecehkan kafir Romawi dan berteriak 'Wahai Mu'tasim" maka sang khalifah tersentuh hatinya dan terbakar ghiroh Islamnya sehingga dilancarkanlah serangan penaklukan ke Ammuriah hingga sang Muslimah akhirnya bisa dibebaskan. Allahu Akbar!
Sejak Dahulu Kaum Muslimin Wajib Dibela!
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, dikisahkan ada seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang Muslimah dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslimin untuk membantu dan Nabi SAW., mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah. Subhanallah!
Di masa Khalifah Umar bin Abdul-Aziz, beliau pernah mengirim surat kepada para tahanan perang Muslim di Konstantinopel. Beliau mengatakan kepada mereka:
"Kamu menganggap dirimu sebagai tahanan perang. Padahal kamu bukan tahanan perang. Kamu terkunci di jalan Allah. Aku ingin kamu tahu bahwa setiap kali aku memberikan sesuatu kepada kaum Muslim, aku memberikan lebih banyak untuk keluarga kamu dan aku mengirimkan sekitar 5 dinar untuk setiap salah satu dari kamu dan seandainya bukan karena aku takut bahwa diktator Romawi akan mengambilnya dari kalian, aku akan mengirimkan lebih. Aku juga telah mengirim banyak untuk menjamin pembebasan setiap salah satu dari kalian tanpa memikirkan berapa biayanya. Jadi bersukacitalah! Assalamu Alaikum. "
Dimanakah Al-Mu'tasim Hari Ini?
Kini, berapa banyak Muslimah yang dilecehkan kehormatannya oleh kuffar ? Berapa banyak Muslimah yang berteriak meminta tolong dari kedzoliman yang dideritanya? Berapa banyak kaum Muslimin yang ditawan pemerintahan kafir maupun pemerintahan murtad ? Bukankah sudah terdengar teriakan mereka dari penjara di Guantanamo (Cuba), Abu Gharib (Irak), Bagram (Afghanistan), Gaza (Palestina) Nusa Kambangan (Indonesia), dan penjara-penjara Amerika dan Inggris di seluruh dunia. Dimanakah Al-Mu'tasim hari ini?
Bukankah saudari Muslimah kita Afia Siddiqui sudah berteriak meminta pertolongan dari penjara pemerintahan Pakistan? Juga saudara Muslimah kita, Putri Munawaroh berteriak meminta pertolongan dari kedzoliman penjara Mako Brimob?
Bukankah Rasulullah SAW., bersabda,
"Berikanlah makan pada seseorang yang merasa lapar, kunjungilah seseorang yang sakit dan bebaskanlah seseorang yang ditawan."
Beliau SAW., juga bersabda,
"Adalah sebuah kewajiban bagi Muslim dari harta mereka untuk membebaskan orang-orang yang berada dalam tahanan dan membayar tebusan."
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
"Jika mereka menahan seorang Muslim, adalah sebuah kewajiban kita untuk tetap memerangi mereka sampai mereka membebaskan mereka atau mereka di musnahkan,"
dan dia juga berkata,
"Membebaskan Muslim dari tahanan adalah salah satu kewajiban yang besar dan membelanjakan kekayaan untuk membebaskan mereka adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah yang paling baik."
Sahabat Umar Ibnu Khattab RA berkata,
"Bagiku membebaskan seorang Muslim yang berada ditangan Musyirikin lebih aku sukai daripada seluruh Jazirah Arab." (Shahih Shahabi Jilid. 3).
Sejarah Islam telah menorehkan dengan tinta emas kisah-kisah heroik dan tauladan abadi dari mereka-mereka yang membela kehormatan kaum Muslimin yang ditawan musuhnya. Khalifah al-Mu'tasim adalah salah satu contoh yang paling fenomenal dalam menanggapi panggilan seorang Muslimah yang didzolimi kaum kafir. Kini, kaum Muslimin di pelbagai penjuru dunia banyak dilecehkan dan ditawan di banyak penjara kaum kuffar. Lalu, dimanakah al-Mutasim hari ini?
Teladan Heroik Pejuang Muslim
Kisah heroik Al-Mu'tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, dalam judul Penaklukan kota Ammuriah.
Ketika itu, al-Mu'tasim, khalifah di masa Bani Abbasiyah, sedang memegas gelas untuk minum ketika didengarnya seorang muslimah dilecehkan oleh tentara Romawi. Khalifah pun langsung berseru kepada panglima perangnya agar bersiap menuju Ammuriah, tempat dimana muslimah tersebut berteriak meminta tolong.
Konon, muslimah itu keturunan Bani Hashim dan sedang berbelanja di sebuah pasar di kawasan negeri di bawah kekuasaan Romawi, di utara benua Asia, yakni tepatnya di kota Ammuriah, kawasan Turki hari ini. Di saat sedang berjalan itulah, sang muslimah diganggu oleh seorang lelaki Romawi dengan menyentuh ujung jilbabnya hingga dia secara spontan berteriak : "Wa Mu'tashamah....!!!" Yang juga berarti "Dimana kau Mu'tasim...Tolonglah Aku"
Teriakan muslimah tersebut akhirnya sampai ke telinga Khalifah al-Mu'tasim. Puluhan ribu tentara pun digelar mulai dari gerbang ibukota di Baghdad hingga ujungnya mencapai kota Ammuriah. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.
Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April, 833 Masehi dari Baghdad menuju Ammuriah. Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu'tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.
Hanya seorang Muslimah yang dilecehkan kafir Romawi dan berteriak 'Wahai Mu'tasim" maka sang khalifah tersentuh hatinya dan terbakar ghiroh Islamnya sehingga dilancarkanlah serangan penaklukan ke Ammuriah hingga sang Muslimah akhirnya bisa dibebaskan. Allahu Akbar!
Sejak Dahulu Kaum Muslimin Wajib Dibela!
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, dikisahkan ada seorang tukang emas Yahudi Bani Qainuqa menganiaya kehormatan seorang Muslimah dengan mengikat pinggir bajunya sehingga menyebabkan tubuhnya tersingkap. Saat itu, seorang pria Muslim kebetulan berada di sana dan membunuh orang Yahudi itu. Kemudian orang-orang Yahudi membalas dengan membunuh orang muslim itu. Keluarga pria itu memanggil kaum Muslimin untuk membantu dan Nabi SAW., mengirimkan pasukan melawan mereka dan setelah 15 hari pengepungan seluruh suku Bani Qainuqa diusir dari Madinah. Subhanallah!
Di masa Khalifah Umar bin Abdul-Aziz, beliau pernah mengirim surat kepada para tahanan perang Muslim di Konstantinopel. Beliau mengatakan kepada mereka:
"Kamu menganggap dirimu sebagai tahanan perang. Padahal kamu bukan tahanan perang. Kamu terkunci di jalan Allah. Aku ingin kamu tahu bahwa setiap kali aku memberikan sesuatu kepada kaum Muslim, aku memberikan lebih banyak untuk keluarga kamu dan aku mengirimkan sekitar 5 dinar untuk setiap salah satu dari kamu dan seandainya bukan karena aku takut bahwa diktator Romawi akan mengambilnya dari kalian, aku akan mengirimkan lebih. Aku juga telah mengirim banyak untuk menjamin pembebasan setiap salah satu dari kalian tanpa memikirkan berapa biayanya. Jadi bersukacitalah! Assalamu Alaikum. "
Dimanakah Al-Mu'tasim Hari Ini?
Kini, berapa banyak Muslimah yang dilecehkan kehormatannya oleh kuffar ? Berapa banyak Muslimah yang berteriak meminta tolong dari kedzoliman yang dideritanya? Berapa banyak kaum Muslimin yang ditawan pemerintahan kafir maupun pemerintahan murtad ? Bukankah sudah terdengar teriakan mereka dari penjara di Guantanamo (Cuba), Abu Gharib (Irak), Bagram (Afghanistan), Gaza (Palestina) Nusa Kambangan (Indonesia), dan penjara-penjara Amerika dan Inggris di seluruh dunia. Dimanakah Al-Mu'tasim hari ini?
Bukankah saudari Muslimah kita Afia Siddiqui sudah berteriak meminta pertolongan dari penjara pemerintahan Pakistan? Juga saudara Muslimah kita, Putri Munawaroh berteriak meminta pertolongan dari kedzoliman penjara Mako Brimob?
Bukankah Rasulullah SAW., bersabda,
"Berikanlah makan pada seseorang yang merasa lapar, kunjungilah seseorang yang sakit dan bebaskanlah seseorang yang ditawan."
Beliau SAW., juga bersabda,
"Adalah sebuah kewajiban bagi Muslim dari harta mereka untuk membebaskan orang-orang yang berada dalam tahanan dan membayar tebusan."
Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
"Jika mereka menahan seorang Muslim, adalah sebuah kewajiban kita untuk tetap memerangi mereka sampai mereka membebaskan mereka atau mereka di musnahkan,"
dan dia juga berkata,
"Membebaskan Muslim dari tahanan adalah salah satu kewajiban yang besar dan membelanjakan kekayaan untuk membebaskan mereka adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah yang paling baik."
Sahabat Umar Ibnu Khattab RA berkata,
"Bagiku membebaskan seorang Muslim yang berada ditangan Musyirikin lebih aku sukai daripada seluruh Jazirah Arab." (Shahih Shahabi Jilid. 3).
Sejarah Islam telah menorehkan dengan tinta emas kisah-kisah heroik dan tauladan abadi dari mereka-mereka yang membela kehormatan kaum Muslimin yang ditawan musuhnya. Khalifah al-Mu'tasim adalah salah satu contoh yang paling fenomenal dalam menanggapi panggilan seorang Muslimah yang didzolimi kaum kafir. Kini, kaum Muslimin di pelbagai penjuru dunia banyak dilecehkan dan ditawan di banyak penjara kaum kuffar. Lalu, dimanakah al-Mutasim hari ini?
Label:
AGAMA,
HAM,
ISLAM,
ISU TERORISME,
LUARNEGERI,
PEMIMPIN,
SEJARAH,
TOKOH
Jumat, 19 November 2010
PENJARA AMERIKA YANG KATANYA PRO HAM ?
Majalah Jihad Tora Bora berhasil mewawancarai Syekh Abu Yahya Al Liby selepas keluar dari penjara Amerika di Afghanistan, Baghram di tahun 1426 H. Dari pengakuan beliau inilah diketahui betapa jahatnya pasukan kafir Amerika memperlakukan tawanan muslim, para mujahidin, di penjara-penjara mereka yang dirahasiakan. Forum Islam Ummahq menterjemahkan wawancara ini untuk kita semua. Berikut detailnya.
Bismillahirrohmanirrohim
Tora Bora: Banyak dari kalangan kaum muslimin yang berharap sekiranya mereka tahu nama-nama ikhwah yang telah Allah berikan kepada mereka keselamatan dan keberuntungan dengan terlepasnya mereka dari penjara Amerika di Afghanistan, penjara Baghram, dan itu terjadi dengan larinya mereka dari penjara.
Abu Yahya Al-Liby: Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada rasulullah beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.. Amma ba'd: Kami, yang Allah telah berikan keselamatan dari penjara baghram; saya dari Libya, nama saya Abu Yahya; Hasan Qaid, Abu Mu'adz atau Abu Abdullah Asy-Syamy dari Syiria, dan bersama kami akh Al-Faruq dari Irak dan akh Ar-Rabi' Abu Nashr Al-Qahthany dari Jazirah Arab.
Tora Bora: Apa kepentingan Amerika dengan keempat ikhwan tersebut?
Abu Yahya Al-Liby: Setiap mujahid, meski menganggap dirinya lemah dan rendah, namun di sisi Amerika memiliki nilai yang tinggi. Mereka membuat rasa takut di hati Amerika sehingga mereka dianggap begitu penting.
Amerika mengklasifikasikan kami sebagai orang-orang yang berbahaya, orang-orang penting, dan berbagai sebutan lainnya yang serupa dengannya. Meskipun musuh melakukan hal yang demikian untuk meneror dan menakuti kami dan juga membuat manusia lari dari kami, akan tetapi dengan keagungan Allah ta'ala kami masih berbesar hati atas apa yang mereka sifatkan kepada kami, bahwa kami adalah orang-orang yang berbahaya. Jika kami adalah orang-orang yang berbahaya bagi orang-orang kafir, maka yang demikian merupakan karunia dari Allah ta'ala.
Nabi SAW bersabda: "Aku dimenangkan dengan rasa takut dalam kurun waktu sebulan".
Tora Bora: Apa kedudukan keempat ikhwah hafizhahumullah di tanzhim jihad Al-Qaeda?
Abu Yahya Al-Liby: Keempat ikwah tersebut ditangkap dari tempat-tempat yang berlainan. Setiap ikhwan memiliki tugas yang ia laksanakan dalam jihad.
Sebagai contoh, saya ditangkap di Karachi pada tahun 2002 M. Akh Abdullah Asy-Syaamy ditangkap dan ditahan pada saat peperangan, saat itu ia terluka, di perbatasan Pakistan di Khost. Akh Abu Nashir Al-Qahtany ditangkap saat melakukan observasi di bandara Khost, saat melakukan pengambilan gambar menggunakan kamera. Sedangkan akh Al-Faruq Al-Iraqy ditangkap di Indonesia. Kami berada di tempat-tempat jihad yang berlainan.
Saat itu tugas saya adalah menyebarkan gaung jihad ke dunia luar melalui internet, khususnya melalui website Imarah Islamiyah. Sementara itu akh Abdullah Asy-Syaamy dan akh Abu Nashir Al-Qahtany memiliki peran yang besar di medan jihad; keduanya ditangkap saat memimpin sekumpulan mujahidin. Dan akh Al-Faruq Al-Iraqy mengikuti jihad di Bosnia, Filipina, Indonesia, dan juga mengunjungi Afghanistan. Oleh karena itu dia dituduh sebagai penanggung jawab Tanzhim Al-Qaida di Asia Tenggara oleh Amerika.
Demikianlah tugas kami secara global dalam amal jihad sebelum penangkapan.
Tora Bora: Pertanyaan-pertanyaan pokok apa saja yang diajukan Amerika dalam menginterogasi tawanan mujahidin?
Abu Yahya Al-Liby: Setiap tawanan memiliki fokus berlainan antara satu dengan yang lain. Misalnya pertanyaan yang dilontarkan kepada ikhwan Arab tidak dilontarkan kepada ikhwan Afghan. Akan tetapi pertanyaan tersebut dapat diringkas seputar hal-hal berikut:
1. Apakah anda menggap diri anda sebagai mujahid atau bukan? Jika anda menjawab sebagai mujahid, maka anda akan ditanya: Anda bergabung dengan tanzhim Al-Qaeda atau dengan kelompok lain dari tanzhim-tanzhim jihad yang ada?
2. Dimana para pimpinan mujahidin berada?
3. Dari mana pendanaan mujahidin mengalir? Bagaimana pendaanan tersebut bisa mengalir?
4. Adakah hubungan antara mujahidin dengan intelijen Pakistan?
Tora Bora: Apakah militer Amerika memberikan HAM kepada tawanan sebagaimana yang mereka serukan? Dan juga apakah mereka membolehkan tawanan untuk berobat? Bagaimanakah kondisi makan dan minum yang berada di penjara mereka?
Abu Yahya Al-Liby: Hati mereka dipenuhi dengan rasa dendam, benci, dan dengki kepada Allah ta'ala, rosul-Nya, dan kepada kaum mukminin. Lalu bagaimana mungkin terdapat perlakuan yang baik dari mereka kepada tawanan mukminin yang faqir dan terzhalimi.
Saya katakan: "Tidak ada hak-hak hewan yang mereka perlakukan kepada tawanan, hak-hak yang semestinya didapatkan oleh hewan pun tidak mereka berikan, terlebih lagi hak-hak manusiawi!"
Sebagai contoh; mandi, yang merupakan hak setiap manusia untuk mandi di tempat yang tertutup, akan tetapi mereka memasukkan sepuluh tawanan ke dalam tempat yang terbuka dan mereka mandi dalam keadaan telanjang tanpa sehelai kain pun dalam bebarapa menit. Lalu baju mereka tidak diberikan oleh tentara Amerika yang laki-laki, akan tetapi berdiri seorang perempuan militer Amerika di belakang penjara dan memberikan pakaian kepada mereka. Hal ini terus berulang pada tawanan setiap tiga hari sekali atau seminggu sekali. Penyiksaan ini merupakan jenis penyiksaan ruhiyah. Apakah yang seperti ini yang mereka sebut dengan manusiawi?!
Ada sebuah kisah yang selalu saya ceritakan di setiap tempat; sebuah cerita tentang penjara Baghram. Saya ceritakan di sini karena saya tahu tentang semangat kaum muslimin Afghanistan, khususnya kisah semisal ini yang membuat rasa simpati kaum muslimin pada umumnya dan khususnya Afghanistan.
Seorang perempuan mukminah, umurnya 42 tahun, dia ditangkap di Kuwait. Dia seorang diri di penjara Baghram dan tidak ada perempuan lain yang berada di dalamnya selama dua tahun. Dengan kondisinya yang seperti ini dia tidak diberi pakaian layaknya pakaian perempuan, akan tetapi pakaiannya merah sebagaimana pakaian yang dikenakan para tahanan Guantanamo. Saat dia keluar untuk membuang hajat, dia diikat dengan borgol sebagaimana perlakuan yang diberikan kepada tawanan laki-laki. Dia juga disiksa sebagaimana tawanan lainnya tanpa perbedaan sedikit pun. Terkadang dia bertingkah seperti orang gila; menjerit, berteriak, dan memukul-mukul pintu. Ia telah kehilangan akalnya.
Sebagaimana pengalaman yang kami alami; seorang tawanan dalam kondisi sendirian di ruangan penjara memerlukan kehadiran seekor semut dan akan mencari serangga lain jika tidak menemukannya. Sementara itu tidak ada di sekitar perempuan muslimah tersebut kecuali tawanan laki-laki.
Inilah yang disebut dengan HAM, demikianlah hak-hak wanita di benak para penjahat.
Inilah sekelumit gambaran bagaimana mereka memperlakukan para tawanan. Dan masih banyak lagi kisah lain yang tak terhitung jumlahnya.
Tora Bora: Apa saja bentuk penyiksaan yang dialami tawanan mukminin oleh militer Amerika di dalam penjara?
Abu Yahya Al-Liby: Yang pertama bahwa penjara milik Salibis Amerika tidak terbatas pada penjara Baghram dan Guantanamo di Kuba sebagaimana umumnya diketahui manusia. Akan tetapi masih terdapat penjara-penjara lain yang tersembunyi yang tidak banyak diketahui kaum muslimin. Terdapat banyak penjara Amerika di Afghanistan, Pakistan, Yordan, Mesir, Maroko, Jerman, Uzbekistan, dan Emirat. Di setiap penjara ini, sebagaimana penjara-penjara bagi kaum muslimin, merupakan penjara yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh kaum muslimin.
Di dalam penjara-penjara tersebut terjadi berbagai bentuk penyiksaan paling dahsyat dan paling buruk.
Di antara penjara terbesar dari penjara-penjara itu adalah penjara yang terdapat di bandara Kabul. Para ikhwan mujahidin menyebutnya dengan sijnuzh zhalaam (penjara gelap) atau sijnut ta'dziib (penjara penyiksaan). Disebut dengan sijnuzh zhalaam karena tidak didapati cahaya sama sekali dalam penjara tersebut, sampai-sampai kalau antum menaruh jari antum diantara kedua mata antum, maka antum tidak akan bisa melihatnya. Setiap tawanan ditempatkan pada ruangan yang terpisah. Dan di depan setiap ruangan diletakkan loud speaker besar yang dimainkan musik barat dengan suara yang sangat keras dan gaduh selama 24 jam non stop. Sementara itu beberapa ikhwan berada di dalamnya selama setahun penuh.
Ini adalah awal penyiksaan yang terjadi; antum didengarkan musik barat selama 24 jam dalam beberapa bulan dan tidak berhenti waktu tidur maupun waktu shalat, siang dan malam dengan suara yang sangat keras.
Ada pun bentuk siksaan lainnya:
1. Di musim dingin para tawanan tidak mandi kecuali dengan air es. Tawanan tidak mandi sendiri, tetapi salah seorang tentara memandikannya, dan bukan tentara Amerika melainkan tentara Karzai. Dalam kondisi ini tawanan mandi dalam keadaan telanjang bulat.
2. Pemukulan dengan keras.
3. Digantungkan di atap dalam beberapa minggu.
4. Tangan diborgol di dinding selama 6 bulan saat tidur, buang hajat, waktu shalat; semuanya dilakukan dalam kondisi demikian.
5. Penjara yang sekarang berada di rumah Amirul Mukminin di Kandahar; ruang tahanannya hanya seluas 1x1 meter saja. Terdapat lampu sorot yang sangat terang. Lampu ini dihidupkan dalam ruangan sementara tawanan dalam keadaan telanjang bulat yang membuat ruangan menjadi sangat panas seperti bara sehingga tawanan bermandikan peluh. Lalu dengan tiba-tiba disiramkan air es dari atas. Sesekali dengan suhu panas dan sesekali dengan air es. Hal ini terjadi dalam kurun waktu yang lama. Tanah dalam keadaan basah dan ruangan sempit yang menyebabkan tidak bisa duduk maupun tidur.
Dan masih banyak lagi bentuk penyiksaan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan di sini.
Tora Bora: Berapa kira-kira jumlah tawanan dari mujahidin yang ada di Baghram dari kalangan ikhwan Arab dan selainnya, khususnya dari tanzhim Al-Qaeda?
Abu Yahya Al-Liby: Amerika menganggap semua yang mereka tawan termasuk dalam jaringan Al-Qaeda. Dari yang saya lihat di penjara Baghram ada sekitar 11 ikhwan Arab dan juga kumpulan ikhwan Afghan.
Tora Bora: Adakah tawanan muslimin yang tidak menisbahkan dirinya sebagai bagian dari Taliban maupun Al-Qaeda?
Abu Yahya Al-Liby: O ya, saya ingin memperingatkan satu hal; setiap tawanan yang ditangkap Amerika dinisbahkan kepada Tanzhim Al-Qaeda. Sama saja apakah dia dari Al-Qaeda maupun bukan. Mereka ditangkap karena ikut andil saat jihad melawan Rusia. Meski setelah peperangan melawan Rusia telah usai dan kemudian dia meninggalkan medan jihad setelah jatuhnya pemerintahan Najibullah; sebagian mereka ditangkap dan dibawah ke penjara ini.
Ringkasnya, sebenarnya mereka menangkap setiap orang yang cinta terhadap jihad dan berkeinginan untuk berjihad.
Tora Bora: Apa sikap antum terhadap musuh setelah Allah ta'ala memberikan keselamatan kepada antum?
Abu Yahya Al-Liby: Sikap kami adalah jihad fie sabilillah dan melawan orang-orang jahat tersebut. Rasa syukur pada Allah ta'ala dan menunaikan tugas yang Allah ta'ala bebankan kepada kita dan juga pemenuhan janji kami kepada ikhwan yang kami tinggalkan.
Tora Bora: Terdapat berita yang menyatakan bahwa Amerika menghina dan merendahkan kemuliaan islam! Apakah ini benar?
Abu Yahya Al-Liby: Ya, sebagaimana yang dialami akh Al-Faruq, yang didatangkan dari Indonesia ke penjara Baghram, ketika diinterogasi oleh para interogator yang mabuk karena menengguk khomr yang berkata kepadanya: "Kamu harus ruku'!", lalu ia menjawab: "Aku tidak akan ruku'!", kemudian dengan paksa para interogator membuatnya ruku'. Lalu salah seorang interogator mengambil mushaf al-quran dan berkata: "Inikah yang dinamakan al-quran yang selalu kamu baca?", ia menjawab: "Ya!". Kemudian interogator itu melemparkan al-quran tersebut ke tanah dan menginjak-injaknya dengan kakinya.
Dalam penjara ada sebuah ruangan yang mengerikan yang dipenuhi dengan lumuran darah, lampu remang-remang, dan mushaf al-quran yang tercabik-cabik di atas tanah dengan lumuran darah. sebagian tawanan dibawa ke dalam ruangan ini untuk ditakut-takuti dan agar segera mengaku. Para interogator juga mengatai tentang nabi SAW bahwa beliau adalah seorang teroris.
Tora Bora: Apa wasiyat antum kepada para mujahidin dan khususnya para tahanan yang berada di dalam penjara?
Abu Yahya Al-Liby: Saya wasiyatkan kepada Mujahidin Afghan; Sesungguhnya Allah telah memperlihatkan kepada kalian nikmat-Nya berupa daulah islamiyah dan Allah juga memberikan kekuasaan kepada kalian sebelumnya. Kemudian Allah menguji kalian dengan menanggalkannya karena Allah berfirman: "Allah takkan pernah sekali pun membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan seperti kamu sekarang ini sehingga Allah menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)." (Ali Imran 3:173).
Barisan haruslah dirapikan, dan merupakan suatu keharusan untuk memisahkan antara seorang mujahid tulen dan seorang munafik yang suka mengaku-ngaku. Allah ta'ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (Muhammad :31).
Apa yang ada di dalam hati ini harus ditampakkan dengan jelas. Maka saya wasiyatkan; Tidak ada jalan keluar bagi kalian melainkan jihad. Jauhkanlah diri kalian dari berbagai fitnah yang menyesatkan. Jagalah diri kalian agar tidak terbuai dengan berbagai kenikmatan dunia.
Dan bagi saudara kami yang masih berada dalam tawanan orang-orang kafir, yang kami tinggalkan dan yang belum pernah kami lihat dan kami kenal sebelumnya di Kuba dan tempat-tempat lainnya dengan izin Allah; Kami tidak akan merendahkan dan meninggalkan kalian. Akan kami lakukan apa yang kami mampu lakukan. Dan dengan izin Allah ta'ala kami akan terus bersabar sampai semua ikhwan kami yang ditawan oleh salibis maupun orang-orang murtad bebas, dan kita memohon kepada Allah ta'ala agar segera membebaskan mereka.
Tora Bora: Adakah pesan khusus kepada para pembaca majalah Tora Bora?
Abu Yahya Al-Liby: Ya.. Kami pesankan kepada para pembaca majalah ini, majalah yang memperhatikan kebutuhan mujahidin, kami katakan: "Janganlah kalian ambil berbagai berita, kondisi, dan pemikiran mujahidin kecuali dari sumber yang terpercaya. Janganlah kalian menoleh dan berpaling kepada media yang memerangi Allah dan Rosul-Nya."
Majalah ini adalah salah satu majalah yang memperhatikan masalah mujahidin dan juga menyebarkan berbagai berita tentang mujahidin. Dari majalah ini antum dapatkan berita mujahidin. Oleh karena itu dukunglah dengan apa yang kalian miliki dari harta, perkataan maupun media, dan juga dalam menyebarkannya kepada kaum muslimin. Dengan demikian gaung mujahidin akan sampai kepada kaum muslimin, baik yang berada di Afghanistan, Pakistan, maupun negeri-negeri lainnya di seluruh penjuru dunia.

Bismillahirrohmanirrohim
Tora Bora: Banyak dari kalangan kaum muslimin yang berharap sekiranya mereka tahu nama-nama ikhwah yang telah Allah berikan kepada mereka keselamatan dan keberuntungan dengan terlepasnya mereka dari penjara Amerika di Afghanistan, penjara Baghram, dan itu terjadi dengan larinya mereka dari penjara.
Abu Yahya Al-Liby: Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam kepada rasulullah beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya.. Amma ba'd: Kami, yang Allah telah berikan keselamatan dari penjara baghram; saya dari Libya, nama saya Abu Yahya; Hasan Qaid, Abu Mu'adz atau Abu Abdullah Asy-Syamy dari Syiria, dan bersama kami akh Al-Faruq dari Irak dan akh Ar-Rabi' Abu Nashr Al-Qahthany dari Jazirah Arab.
Tora Bora: Apa kepentingan Amerika dengan keempat ikhwan tersebut?
Abu Yahya Al-Liby: Setiap mujahid, meski menganggap dirinya lemah dan rendah, namun di sisi Amerika memiliki nilai yang tinggi. Mereka membuat rasa takut di hati Amerika sehingga mereka dianggap begitu penting.
Amerika mengklasifikasikan kami sebagai orang-orang yang berbahaya, orang-orang penting, dan berbagai sebutan lainnya yang serupa dengannya. Meskipun musuh melakukan hal yang demikian untuk meneror dan menakuti kami dan juga membuat manusia lari dari kami, akan tetapi dengan keagungan Allah ta'ala kami masih berbesar hati atas apa yang mereka sifatkan kepada kami, bahwa kami adalah orang-orang yang berbahaya. Jika kami adalah orang-orang yang berbahaya bagi orang-orang kafir, maka yang demikian merupakan karunia dari Allah ta'ala.
Nabi SAW bersabda: "Aku dimenangkan dengan rasa takut dalam kurun waktu sebulan".
Tora Bora: Apa kedudukan keempat ikhwah hafizhahumullah di tanzhim jihad Al-Qaeda?
Abu Yahya Al-Liby: Keempat ikwah tersebut ditangkap dari tempat-tempat yang berlainan. Setiap ikhwan memiliki tugas yang ia laksanakan dalam jihad.
Sebagai contoh, saya ditangkap di Karachi pada tahun 2002 M. Akh Abdullah Asy-Syaamy ditangkap dan ditahan pada saat peperangan, saat itu ia terluka, di perbatasan Pakistan di Khost. Akh Abu Nashir Al-Qahtany ditangkap saat melakukan observasi di bandara Khost, saat melakukan pengambilan gambar menggunakan kamera. Sedangkan akh Al-Faruq Al-Iraqy ditangkap di Indonesia. Kami berada di tempat-tempat jihad yang berlainan.
Saat itu tugas saya adalah menyebarkan gaung jihad ke dunia luar melalui internet, khususnya melalui website Imarah Islamiyah. Sementara itu akh Abdullah Asy-Syaamy dan akh Abu Nashir Al-Qahtany memiliki peran yang besar di medan jihad; keduanya ditangkap saat memimpin sekumpulan mujahidin. Dan akh Al-Faruq Al-Iraqy mengikuti jihad di Bosnia, Filipina, Indonesia, dan juga mengunjungi Afghanistan. Oleh karena itu dia dituduh sebagai penanggung jawab Tanzhim Al-Qaida di Asia Tenggara oleh Amerika.
Demikianlah tugas kami secara global dalam amal jihad sebelum penangkapan.
Tora Bora: Pertanyaan-pertanyaan pokok apa saja yang diajukan Amerika dalam menginterogasi tawanan mujahidin?
Abu Yahya Al-Liby: Setiap tawanan memiliki fokus berlainan antara satu dengan yang lain. Misalnya pertanyaan yang dilontarkan kepada ikhwan Arab tidak dilontarkan kepada ikhwan Afghan. Akan tetapi pertanyaan tersebut dapat diringkas seputar hal-hal berikut:
1. Apakah anda menggap diri anda sebagai mujahid atau bukan? Jika anda menjawab sebagai mujahid, maka anda akan ditanya: Anda bergabung dengan tanzhim Al-Qaeda atau dengan kelompok lain dari tanzhim-tanzhim jihad yang ada?
2. Dimana para pimpinan mujahidin berada?
3. Dari mana pendanaan mujahidin mengalir? Bagaimana pendaanan tersebut bisa mengalir?
4. Adakah hubungan antara mujahidin dengan intelijen Pakistan?
Tora Bora: Apakah militer Amerika memberikan HAM kepada tawanan sebagaimana yang mereka serukan? Dan juga apakah mereka membolehkan tawanan untuk berobat? Bagaimanakah kondisi makan dan minum yang berada di penjara mereka?
Abu Yahya Al-Liby: Hati mereka dipenuhi dengan rasa dendam, benci, dan dengki kepada Allah ta'ala, rosul-Nya, dan kepada kaum mukminin. Lalu bagaimana mungkin terdapat perlakuan yang baik dari mereka kepada tawanan mukminin yang faqir dan terzhalimi.
Saya katakan: "Tidak ada hak-hak hewan yang mereka perlakukan kepada tawanan, hak-hak yang semestinya didapatkan oleh hewan pun tidak mereka berikan, terlebih lagi hak-hak manusiawi!"
Sebagai contoh; mandi, yang merupakan hak setiap manusia untuk mandi di tempat yang tertutup, akan tetapi mereka memasukkan sepuluh tawanan ke dalam tempat yang terbuka dan mereka mandi dalam keadaan telanjang tanpa sehelai kain pun dalam bebarapa menit. Lalu baju mereka tidak diberikan oleh tentara Amerika yang laki-laki, akan tetapi berdiri seorang perempuan militer Amerika di belakang penjara dan memberikan pakaian kepada mereka. Hal ini terus berulang pada tawanan setiap tiga hari sekali atau seminggu sekali. Penyiksaan ini merupakan jenis penyiksaan ruhiyah. Apakah yang seperti ini yang mereka sebut dengan manusiawi?!
Ada sebuah kisah yang selalu saya ceritakan di setiap tempat; sebuah cerita tentang penjara Baghram. Saya ceritakan di sini karena saya tahu tentang semangat kaum muslimin Afghanistan, khususnya kisah semisal ini yang membuat rasa simpati kaum muslimin pada umumnya dan khususnya Afghanistan.
Seorang perempuan mukminah, umurnya 42 tahun, dia ditangkap di Kuwait. Dia seorang diri di penjara Baghram dan tidak ada perempuan lain yang berada di dalamnya selama dua tahun. Dengan kondisinya yang seperti ini dia tidak diberi pakaian layaknya pakaian perempuan, akan tetapi pakaiannya merah sebagaimana pakaian yang dikenakan para tahanan Guantanamo. Saat dia keluar untuk membuang hajat, dia diikat dengan borgol sebagaimana perlakuan yang diberikan kepada tawanan laki-laki. Dia juga disiksa sebagaimana tawanan lainnya tanpa perbedaan sedikit pun. Terkadang dia bertingkah seperti orang gila; menjerit, berteriak, dan memukul-mukul pintu. Ia telah kehilangan akalnya.
Sebagaimana pengalaman yang kami alami; seorang tawanan dalam kondisi sendirian di ruangan penjara memerlukan kehadiran seekor semut dan akan mencari serangga lain jika tidak menemukannya. Sementara itu tidak ada di sekitar perempuan muslimah tersebut kecuali tawanan laki-laki.
Inilah yang disebut dengan HAM, demikianlah hak-hak wanita di benak para penjahat.
Inilah sekelumit gambaran bagaimana mereka memperlakukan para tawanan. Dan masih banyak lagi kisah lain yang tak terhitung jumlahnya.
Tora Bora: Apa saja bentuk penyiksaan yang dialami tawanan mukminin oleh militer Amerika di dalam penjara?
Abu Yahya Al-Liby: Yang pertama bahwa penjara milik Salibis Amerika tidak terbatas pada penjara Baghram dan Guantanamo di Kuba sebagaimana umumnya diketahui manusia. Akan tetapi masih terdapat penjara-penjara lain yang tersembunyi yang tidak banyak diketahui kaum muslimin. Terdapat banyak penjara Amerika di Afghanistan, Pakistan, Yordan, Mesir, Maroko, Jerman, Uzbekistan, dan Emirat. Di setiap penjara ini, sebagaimana penjara-penjara bagi kaum muslimin, merupakan penjara yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh kaum muslimin.
Di dalam penjara-penjara tersebut terjadi berbagai bentuk penyiksaan paling dahsyat dan paling buruk.
Di antara penjara terbesar dari penjara-penjara itu adalah penjara yang terdapat di bandara Kabul. Para ikhwan mujahidin menyebutnya dengan sijnuzh zhalaam (penjara gelap) atau sijnut ta'dziib (penjara penyiksaan). Disebut dengan sijnuzh zhalaam karena tidak didapati cahaya sama sekali dalam penjara tersebut, sampai-sampai kalau antum menaruh jari antum diantara kedua mata antum, maka antum tidak akan bisa melihatnya. Setiap tawanan ditempatkan pada ruangan yang terpisah. Dan di depan setiap ruangan diletakkan loud speaker besar yang dimainkan musik barat dengan suara yang sangat keras dan gaduh selama 24 jam non stop. Sementara itu beberapa ikhwan berada di dalamnya selama setahun penuh.
Ini adalah awal penyiksaan yang terjadi; antum didengarkan musik barat selama 24 jam dalam beberapa bulan dan tidak berhenti waktu tidur maupun waktu shalat, siang dan malam dengan suara yang sangat keras.
Ada pun bentuk siksaan lainnya:
1. Di musim dingin para tawanan tidak mandi kecuali dengan air es. Tawanan tidak mandi sendiri, tetapi salah seorang tentara memandikannya, dan bukan tentara Amerika melainkan tentara Karzai. Dalam kondisi ini tawanan mandi dalam keadaan telanjang bulat.
2. Pemukulan dengan keras.
3. Digantungkan di atap dalam beberapa minggu.
4. Tangan diborgol di dinding selama 6 bulan saat tidur, buang hajat, waktu shalat; semuanya dilakukan dalam kondisi demikian.
5. Penjara yang sekarang berada di rumah Amirul Mukminin di Kandahar; ruang tahanannya hanya seluas 1x1 meter saja. Terdapat lampu sorot yang sangat terang. Lampu ini dihidupkan dalam ruangan sementara tawanan dalam keadaan telanjang bulat yang membuat ruangan menjadi sangat panas seperti bara sehingga tawanan bermandikan peluh. Lalu dengan tiba-tiba disiramkan air es dari atas. Sesekali dengan suhu panas dan sesekali dengan air es. Hal ini terjadi dalam kurun waktu yang lama. Tanah dalam keadaan basah dan ruangan sempit yang menyebabkan tidak bisa duduk maupun tidur.
Dan masih banyak lagi bentuk penyiksaan lainnya yang tidak bisa kami sebutkan di sini.
Tora Bora: Berapa kira-kira jumlah tawanan dari mujahidin yang ada di Baghram dari kalangan ikhwan Arab dan selainnya, khususnya dari tanzhim Al-Qaeda?
Abu Yahya Al-Liby: Amerika menganggap semua yang mereka tawan termasuk dalam jaringan Al-Qaeda. Dari yang saya lihat di penjara Baghram ada sekitar 11 ikhwan Arab dan juga kumpulan ikhwan Afghan.
Tora Bora: Adakah tawanan muslimin yang tidak menisbahkan dirinya sebagai bagian dari Taliban maupun Al-Qaeda?
Abu Yahya Al-Liby: O ya, saya ingin memperingatkan satu hal; setiap tawanan yang ditangkap Amerika dinisbahkan kepada Tanzhim Al-Qaeda. Sama saja apakah dia dari Al-Qaeda maupun bukan. Mereka ditangkap karena ikut andil saat jihad melawan Rusia. Meski setelah peperangan melawan Rusia telah usai dan kemudian dia meninggalkan medan jihad setelah jatuhnya pemerintahan Najibullah; sebagian mereka ditangkap dan dibawah ke penjara ini.
Ringkasnya, sebenarnya mereka menangkap setiap orang yang cinta terhadap jihad dan berkeinginan untuk berjihad.
Tora Bora: Apa sikap antum terhadap musuh setelah Allah ta'ala memberikan keselamatan kepada antum?
Abu Yahya Al-Liby: Sikap kami adalah jihad fie sabilillah dan melawan orang-orang jahat tersebut. Rasa syukur pada Allah ta'ala dan menunaikan tugas yang Allah ta'ala bebankan kepada kita dan juga pemenuhan janji kami kepada ikhwan yang kami tinggalkan.
Tora Bora: Terdapat berita yang menyatakan bahwa Amerika menghina dan merendahkan kemuliaan islam! Apakah ini benar?
Abu Yahya Al-Liby: Ya, sebagaimana yang dialami akh Al-Faruq, yang didatangkan dari Indonesia ke penjara Baghram, ketika diinterogasi oleh para interogator yang mabuk karena menengguk khomr yang berkata kepadanya: "Kamu harus ruku'!", lalu ia menjawab: "Aku tidak akan ruku'!", kemudian dengan paksa para interogator membuatnya ruku'. Lalu salah seorang interogator mengambil mushaf al-quran dan berkata: "Inikah yang dinamakan al-quran yang selalu kamu baca?", ia menjawab: "Ya!". Kemudian interogator itu melemparkan al-quran tersebut ke tanah dan menginjak-injaknya dengan kakinya.
Dalam penjara ada sebuah ruangan yang mengerikan yang dipenuhi dengan lumuran darah, lampu remang-remang, dan mushaf al-quran yang tercabik-cabik di atas tanah dengan lumuran darah. sebagian tawanan dibawa ke dalam ruangan ini untuk ditakut-takuti dan agar segera mengaku. Para interogator juga mengatai tentang nabi SAW bahwa beliau adalah seorang teroris.
Tora Bora: Apa wasiyat antum kepada para mujahidin dan khususnya para tahanan yang berada di dalam penjara?
Abu Yahya Al-Liby: Saya wasiyatkan kepada Mujahidin Afghan; Sesungguhnya Allah telah memperlihatkan kepada kalian nikmat-Nya berupa daulah islamiyah dan Allah juga memberikan kekuasaan kepada kalian sebelumnya. Kemudian Allah menguji kalian dengan menanggalkannya karena Allah berfirman: "Allah takkan pernah sekali pun membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan seperti kamu sekarang ini sehingga Allah menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)." (Ali Imran 3:173).
Barisan haruslah dirapikan, dan merupakan suatu keharusan untuk memisahkan antara seorang mujahid tulen dan seorang munafik yang suka mengaku-ngaku. Allah ta'ala berfirman: "Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (Muhammad :31).
Apa yang ada di dalam hati ini harus ditampakkan dengan jelas. Maka saya wasiyatkan; Tidak ada jalan keluar bagi kalian melainkan jihad. Jauhkanlah diri kalian dari berbagai fitnah yang menyesatkan. Jagalah diri kalian agar tidak terbuai dengan berbagai kenikmatan dunia.
Dan bagi saudara kami yang masih berada dalam tawanan orang-orang kafir, yang kami tinggalkan dan yang belum pernah kami lihat dan kami kenal sebelumnya di Kuba dan tempat-tempat lainnya dengan izin Allah; Kami tidak akan merendahkan dan meninggalkan kalian. Akan kami lakukan apa yang kami mampu lakukan. Dan dengan izin Allah ta'ala kami akan terus bersabar sampai semua ikhwan kami yang ditawan oleh salibis maupun orang-orang murtad bebas, dan kita memohon kepada Allah ta'ala agar segera membebaskan mereka.
Tora Bora: Adakah pesan khusus kepada para pembaca majalah Tora Bora?
Abu Yahya Al-Liby: Ya.. Kami pesankan kepada para pembaca majalah ini, majalah yang memperhatikan kebutuhan mujahidin, kami katakan: "Janganlah kalian ambil berbagai berita, kondisi, dan pemikiran mujahidin kecuali dari sumber yang terpercaya. Janganlah kalian menoleh dan berpaling kepada media yang memerangi Allah dan Rosul-Nya."
Majalah ini adalah salah satu majalah yang memperhatikan masalah mujahidin dan juga menyebarkan berbagai berita tentang mujahidin. Dari majalah ini antum dapatkan berita mujahidin. Oleh karena itu dukunglah dengan apa yang kalian miliki dari harta, perkataan maupun media, dan juga dalam menyebarkannya kepada kaum muslimin. Dengan demikian gaung mujahidin akan sampai kepada kaum muslimin, baik yang berada di Afghanistan, Pakistan, maupun negeri-negeri lainnya di seluruh penjuru dunia.
Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...
Sarankan pengunjung lain untuk membaca tulisan ini juga.
Sarankan pengunjung lain untuk membaca tulisan ini juga.
Langganan:
Postingan (Atom)