Selasa, 23 November 2010

INDONESIA RAWAN BENCANA

Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerentanan bencana terbesar kedua di dunia setelah Bangladesh. Sebuah firma konsultan risiko global dari Inggris, Maplecroft, merilis Indeks Risiko Bencana Alam (NDRI), dan meletakkan Indonesia pada tingkat ekstrem.

Indeks ini diukur dengan menganalisis dampak bencana terhadap manusia, jumlah kematian perbencana dan persejuta populasi, dan frekuensi bencana selama 30 tahun terakhir.

Metodologi telah ditentukan berdasarkan kejadian seperti gempa bumi, letusan gunung, tsunami, badai, banjir, kekeringan, longsor, cuaca ekstrim, dan epidemi.

Terdapat 15 dari 229 negara yang masuk dalam kategori ekstrim bersama Indonesia. Berikut 12 negara yang masuk daftar ekstrim.

1. Bangladesh
2. Indonesia
3. Iran
4. Pakistan
5. Ethiopia
6. Sudan
7. Mozambik
8. Haiti
9. Filipina
10. Kolombia
11. India
12. China

“Kemiskinan adalah faktor penting di negara yang baik frekuensi atau dampak bencana alamnya luar biasa,” kata analis Lingkungan Maplecroft, Dr. Anna Moss.

“Infrastruktur yang minim, kepadatan di kawasan berisiko tinggi seperti kawasan banjir, pinggir sungai, dan tanah reklamasi menghasilkan angka korban yang besar.”

Selama 30 tahun terakhir, Bangladesh mengalami 191.637 kematian akibat bencana alam. Indonesia kehilangan 191.105 nyawa dalam periode yang sama, namun 165.708 dari korban ini disebabkan tsunami Desember 2004.

Sementara gempa bumi adalah faktor kelemahan utama Iran, di mana 74 ribu orang telah tewas akibat gempa. India adalah korban dari sejumlah bencana, dengan jumlah korban 141.961 orang sejak 1980.

China memiliki korban lebih sedikit, namun memiliki konsentrasi jumlah korban terbesar pada gempa Sichuan yang menelan 87.476 jiwa. Karena itu, Maplecroft mengingatkan investor tentang risiko itu.

“Risiko bisnis termasuk kerusakan aset, terputusnya operasi mulai dari kelumpuhan infrastruktur seperti transportasi dan listrik, dan dampak pada pekerja lokal,” kata Moss.

Pesan itu penting karena beberapa negara yang masuk kategori risiko ekstrem ini justru negara-negara yang menonjol dari segi pertumbuhan ekonomi.

Menurut IMF, pada 2009 Bangladesh tumbuh 5,49 persen, Indonesia 4,54 persen, Iran 1,82 persen, China 8,73 persen, dan India 5,66 persen.

Negara-negara tersebut juga penting karena merupakan bagian dari rantai pasokan bahan banyak perusahaan.

NDRI adalah indeks utama dari Maplecroft’s Natural Disasters Series, yang juga memasukkan Indeks Bencana Geografis, Indeks Bencana Hidrometeorologis dan Indeks Kerugian Ekonomis Bencana Alam.

Sumber data NDRI termasuk EM-DAT: The International Disaster Database, Centre for Research on the Epidemiology of Disasters, USAID’s Office of Foreign Disaster Assistance, Bank Dunia dan IMF.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar